Subsidi LPG 3 Kg Rp 31.275/Tabung, Kemenkeu: 68% Dinikmati Orang Mampu

Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi. pemerintah mengalokasikan subsidi LPG 3kg Rp 134,8 triliun.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
13/9/2022, 11.57 WIB

Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi LPG 3 kg sebesar Rp 134,8 triliun pada tahun ini. Namun Kementerian Keuangan memperkirakan 68% dari alokasi tersebut atau Rp 91,7 triliun tidak tepat sasaran karena mengalir kepada kelompok masyarakat mampu.

"Setiap tabung 3 kg LPG yang dibeli masyarakat, APBN menanggung Rp 31.275, itulah besaran subsidi yang dinikmati masyarakat dan kebanyakan dinikmati masyarakat mampu," kata Febrio.

Pemerintah memberi subsidi LPG tabung 3 kg pada tahun depan dengan anggaran Rp 117,8 triliun. Angka itu turun Rp 17 triliun dibandingkan pagu tahun ini. Meski anggarannya turun, tetapi volume penyalurannya tidak berubah yakni 8 juta metric ton.

Febrio menyebut arah kebijakan subsidi LPG 3 kg pada tahun depan akan didorong lebih tepat sasaran berbasis target penerima. Penyalurannya juga akan terintegrasi dengan program perlindungan sosial. Namun transformasi ini akan dilakukan bertahap dengan pertimbangan pemulihan ekonomi dan kesiapan basis data.

Subsidi tidak tepat sasaran ini bukan hanya terjadi pada LPG tetapi juga Solar, Pertalite hingga BBM non subsidi Pertamax. Febrio menyebut 89% dari subsidi solar justru dinikmati dunia usaha, hanya 11% yang dinikmati rumah tangga.

Dari total penikmat rumah tangga itupun hanya 5% yang mengalir kepada rumah tangga miskin. Konsumsi Pertalite mayoritas dinikmati rumah tangga kaya, hanya seperlima yang dikonsumsi kelompok miskin.

Pertamax juga mayoritas dinikmati rumah tangga mampu. BBM jenis ini tidak disubsidi APBN, tetapi selisih harga jual dengan harga keekonomiannya ditanggung oleh Pertamina. Adapun 86% dari Pertamax yang disubsidi Pertamina itu justru mengalir ke rumah tangga kaya.

Reporter: Abdul Azis Said