Rupiah Melemah ke 15.300 per Dolar Tertekan Isu Lesunya Ekonomi Cina

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Ilustrasi. Mayoritas mata uang regional lainnya juga melemah terhadap dolar AS pagi ini.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
21/8/2023, 09.44 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,21% ke level 15.322 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Senin (21/8). Kurs rupiah masih tertekan oleh isu perlambatan ekonomi dan kegagalan sektor properti Cina,  serta ekspektasi berlanjutnya suku bunga tinggi di AS.

Mayoritas mata uang regional lainnya juga melemah terhadap dolar AS pagi ini. Yuan Cina 0,3%, yen Jepang 0,1%, won Korsel 0,17%, peso Filipina 0,15%, dolar Taiwan 0,11%, ringgit Malaysia 0,04%, dolar Hong Kong 0,02% dan dolar Singapura 0,01%. Sebaliknya, rupee India menguat bersama baht Thailand masing-masing 0,05% dan 0,3%.

Rupiah diramal masih akan melemah hari ini meski bank sentral Cina memberi stimulus baru untuk mendorong ekonominya. Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan rupiah melemah ke arah 15.330, dengan potensi support di sekitar 15.250 per dolar AS.

Bank sentral Cina, PBOC memangkas suku bunga pinjaman satu tahunnya 10 bps pagi ini. Namun, suku bunga pinjaman lima tahun tidak berubah. Pemangkasan suku bunga ini terjadi di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi negeri panda.

Ariston menyebut pemangkasan suku bunga itu mungkin bisa sedikit meredakan kecemasan para investor. "Tetapi mungkin belum cukup untuk membalikkan sentimen perlambatan ekonomi Cina, apalagi ditambah isu gagal bayar utang perusahaan properti terbesar di Cina," tulisnya dalam catatan pagi ini.

Sementara itu, menurut dia, data ekonomi AS terkini masih solid seperti data tenaga kerja dan penjualan ritel. Data yang menunjukkan perbaikan ini masih memberikan peluang kenaikan inflasi sehingga masih membuka potensi kenaikan suku bunga acuan AS ke depannya.

Senada, analis pasar uang Lukman Leong memperkirakan kurs garuda masih akan terkoreksi hari ini karena indeks dolar AS menguat. Ia memperkirakan rupiah bergerak di rentang 15.250-15.350 per dolar AS.

"Dolar As masih melanjutkan penguatan dari risalah pertemuan minggu lalu yg membuat ekspektasi Tbe Fed akan mempertahankan suku bunga lebih lama," kata Lukman.

Pasar juga menantikan pertemuan Bank Indonesia pekan ini yang diperkirakan kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuannya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Abdul Azis Said