Rupiah Melemah Pagi Ini usai Defisit pada Neraca Transaksi Berjalan

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Ilustrasi. Rupiah hari ini diperkirakan melemah dan bergerak di rentang 15.250-15.375 per dolar AS.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
23/8/2023, 09.41 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,06% ke level 15.325 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot pagi ini. Pergerakan rupiah masih dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga di AS dan tekanan dari data transaksi berjalan di dalam negeri yang mancatat defisit pada kuartal kedua. 

Beberapa mata uang Asia lainnya juga melemah terhadap dolar AS.  Won Korea Selatan melemah 0,11%, demikian pula peso Filipina dan ringgit Malaysia yang loyo masing-masing 0,08%. Sebaliknya, rupee India, yuan Cina, baht Thailand, dolar Hong Kong dan Singapura menguat sedangkan dolar Taiwan stagnan.

Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan, rupiah melemah hari ini ke kisaran 15.250, dengan potensi resistance di kisaram 15.350 per dolar AS. Penguatan rupiah didukung imbal hasil alias yield US Treasury yang mulai turun.

"Nilai tukar regional juga terlihat menguat, sebagian indeks saham Asia juga bergerak naik pagi ini," ujar Ariston dalam catatannya pagi ini.

Namun, penguatan rupiah kemungkinan masih tidak signifikan. Hal ini seiring ekspektasi pasar bahwa kenaikan suku bunga AS mungkin masih akan dipertahankan pada level tinggi. 

Di sisi lain, defisit transkasi berjalan di dalam negeri menjadi sentimen negatif bagi rupiah hari ini. Neraca transaksi berjalan mencatatkan defisit US$ 1,9 miliar pada kuartal kedua tahun ini setelah kuartal sebelumnya masih surplus US$ 3 miliar.

Sementara itu, analis pasar yang Lukman Leong memperkirakan rupiah akan melemah lagi hari ini dan bergerak di rentang 15.250-15.375 per dolar AS. Pelemahan rupiah disebabkan oleh dolar AS yang masih melanjutkan penguatan. 

"Investor mengantisipasi pernyataan hawkish dari Gubernur The Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole pekan ini," tulis Lukman dalam catatannya 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Abdul Azis Said