Impor Nonmigas Dorong Penurunan Impor Agustus 2023

Pexels
BPS menyebut nilai impor migas pada Agustus 2023 mencapai US$ 2,66 miliar, turun 15,01% dibandingkan Juli 2023. Sementara itu, impor nonmigas turun 1,34% secara bulanan menjadi US$ 16,22 miliar
Penulis: Zahwa Madjid
15/9/2023, 12.32 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan nilai impor Indonesia pada Agustus 2023 turun 14,47% year-on-year (YoY) menjadi US$ 18,88 miliar jika dibandingkan dengan Agustus 2022 sebesar US$ 21,15 miliar. Penurunan nilai impor tersebut terutama didorong oleh penurunan impor komoditas nonmigas. 

Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan impor turun pada kelompok minyak dan gas (migas) maupun nonmigas. Secara rinci, nilai impor migas pada Agustus 2023 mencapai US$ 2,66 miliar, turun 15,01% dibandingkan Juli 2023. Sementara itu, impor nonmigas turun 1,34% secara bulanan menjadi US$ 16,22 miliar pada Agustus 2023.

“Penurunan impor migas disebabkan oleh impor minyak mentah yang turun 46,46% sedangkan penurunan impor nonmigas dikontribusikan oleh komoditas kapal perahu dan struktur terapung, penurunan kelompok barang mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya, serta pupuk, bijih logam, terak, dan abu,” kata Amalia.

Jika dilihat secara tahunan, nilai impor migas pada Agustus 2023 telah turun 28,08%, sedangkan impor nonmigas turun 12,10%. “Impor Agustus 2023 masih melanjutkan tren penurunan sepanjang tahun ini,” kata Amalia.

Impor Indonesia menurut penggunaan secara rinci adalah sebagai berikut: impor barang konsumsi tercatat sebesar US$ 2,14 miliar, impor bahan baku penolong US$ 13,34 miliar, dan impor barang modal sebesar US$ 3,4 miliar.

Nilai impor barang konsumsi secara bulanan naik 2,39% sedangkan secara tahunan meningkat 15,67%. Impor bahan baku penolong secara bulanan turun 4,17% sedangkan secara tahunan merosot 20,4%. Sementara itu, impor barang modal turun 4,49% secara bulanan dan 3,95% secara tahunan.

Reporter: Zahwa Madjid