Bappenas Bocorkan Asumsi Makro 2025, Pertumbuhan Ekonomi 5,3%-5,6%

KATADATA
Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.
Penulis: Zahwa Madjid
Editor: Sorta Tobing
4/3/2024, 18.28 WIB

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) membocorkan asumsi makro usulan pemerintah dalam Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025.

Deputi Bidang Ekonomi di Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar menyebut pertumbuhan ekonomi akan sebesar 5,3% hingga 5,6%. Inflasi ditetapkan sebesar 2,5% plus minus 1%, lalu nilai tukar Rp 15 ribu hingga Rp 15.400 per dolar Amerika Serikat.

"Pertumbuhan ekonomi diasumsikan seperti itu supaya lima tahun ke depan ini kita mau menyiapkan pondasi transformasi. Tema RKP 2025 adalah akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,' kata Amalia di Jakarta, Senin (4/3).

Untuk asumsi makro lainnya, pemerintah mematok harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) US$ 75 sampai US$ 85 per barel,  lifting minyak 583 ribu sampai 603 ribu barel per hari dan gas 1 juta hingga 1,045 juta barel setara minyak per hari.

Amalia mengatakan asumsi makro di atas akan masih dibahas melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Itu usulan pemerintah. Yang jelas saya titip, untuk menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan itu,” ujarnya.

Sebagai informasi, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di level 5,0% pada 2024 dan 2025 mendatang.

Proyeksi tersebut tidak berubah dari perkiraan sebelumnya pada Outlook Ekonomi Dunia (WEO) di Oktober 2023 lalu. Proyeksi pertumbuhan ekonomi ini berdasarkan asumsi kebijakan fiskal dan moneter Indonesia.

Sebelumnya, IMF telah meramal ekonomi RI akan mampu tumbuh seperti yang pemerintah harapkan. Sedangkan ekonomi AS akan melambat karena kebijakan moneter yang lebih ketat. Cina juga akan mengalami perlambatan akibat tingkat konsumsi dan investasi yang lebih lemah sehingga membebani aktivitas ekonomi.

Reporter: Zahwa Madjid