BPS: Konflik Timur Tengah Hanya Berdampak Kecil pada Perdagangan RI

Katadata
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (tengah) saat konferensi pers terkait kinerja ekspor-impor Indonesia pada periode Maret 2024 di Jakarta, Selasa (22/4).
22/4/2024, 14.18 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan konflik geopolitik di Timur Tengah tidak berdampak signifikan terhadap perdagangan Indonesia dengan Iran maupun Israel pada tahun ini. Hal ini tercermin dari kontribusi perdagangan Indonesia dengan dua negara tersebut juga masih kecil. 

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nilai ekspor Indonesia ke Iran mencapai US$ 195,13 juta atau 2,15% terhadap total ekspor RI ke Timur Tengah sepanjang tahun 2023.

Sementara nilai impor Indonesia dari Iran hanya mencapai US$ 11,72 juta atau sekitar 0,12% terhadap total impor dari Timur Tengah.

"Jadi, secara dampak langsung [konflik Iran-Israel] melalui perdagangan akan relatif minimal," kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/4).

Amalia mengatakan, tiga komoditas utama ekspor Indonesia ke Iran, di antaranya buah buahan, kendaraan dan bagiannya, serta berbagai produk kimia.

"Sedangkan komoditas utama yang kita impor dari Iran adalah buah buahan, bahan bakar mineral, serta bahan kimia organik," ujar Amalia.

Perdagangan RI dengan Israel dan Arab Saudi

Sementara itu, untuk perdagangan Indonesia dengan Israel juga masih kecil. Tercatat nilai ekspor Indonesia ke Israel mencapai US$ 165,77 juta atau 1,83% dari total ekspor ke Timur Tengah pada tahun 2023.

Adapun komoditas utama ekspor Indonesia ke Israel adalah lemak dan minyak hewan, alas kaki, dan mesin serta perlengkapan elektrik dan bagiannya.

"Sementara nilai impor ke Israel hanya US$ 21,93 juta atau hanya 0,22% dari total impor Indonesia dari Timur Tengah. Dengan demikian, Indonesia juga mencatat surplus perdagangan barang dengan Israel," ujarnya.

Secara keseluruhan, Amalia menyebut nilai perdagangan barang Indonesia dengan Iran relatif kecil bila dibandingkan dengan negara Timur Tengah lain.  Dengan demikian, Iran maupun Israel bukan mitra dagang utama Indonesia.

"Tiga negara di kawasan dengan nilai perdagangan terbesar dengan Indonesia adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Oman," ujarnya.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia dengan Arab Saudi mencapai US$ 2,08 miliar atau 22,93% dari total ekspor Indonesia dan US$ 4,07 miliar pada 2023. Nilai ini sekitar 40,14% dari total impor Indonesia.

Sementara nilai ekspor dengan Uni Emirat Arab mencapai US$ 2,65 miliar atau 29,23% dari total ekspor Indonesia dengan nilai impor mencapai US$ 2,35 miliar atau 23,21% dari total impor.

Adapun nilai ekspor dengan Oman mencapai US$ 340 juta atau sekitar 3,72% dari total nilai perdagangan ekspor dengan Indonesia dan US$ 1,85 miliar nilai impor atau sekitar 18,25% dari total perdagangan.

Reporter: Zahwa Madjid, Antara