5 Sektor Ekonomi yang Masih Tumbuh Kinclong Sepanjang 2024

Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi.
Penulis: Rahayu Subekti
Editor: Agustiyanti
5/2/2025, 15.34 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat lima sektor yang masih tumbuh kencang di atas 8% pada tahun lalu meski sebagian besar melambat dibandingkan capaian 2023. Ekonomi Indonesia sepanjang 2024 hanya tumbuh 5,03% atau melambat dibandingkan capaian 2023 sebesar 5,05%.

“Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya sebesar 9,80%,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Rabu (5/2). 

BPS mencatat pertumbuhan di sektor itu sebenarnya melambat dibandingkan 2023 yang mencapai 10,52%. Kontribusinya juga hanya mencapai 0,19%.

Berikut daftar 5 sektor lapangan usaha yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi pada 2024:

NoSektor Lapangan Usaha20232024
1Jasa lainnya10,52%9,8%
2Transportasi dan pergudangan13,96%8,69%
3Penyediaan akomodasi dan makan minum10,01%8,56%
4Jasa perusahaan8,24%8,38%
5Jasa Kesehatan dan kegiatan sosial4,66%8,11%

 

BPS juga mencatat, industri pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,43%. Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang juga memiliki peran besar pada ekonomi Indonesia juga hanya tumbuh 4,86%. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan bahkan hanya tumbuh 0,67%. 

Dalam laporan BPS juga tercatat, struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada 2024 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 18,98%. Selanjutnya diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,07%.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 12,61%, konstruksi mencapai 10,09%, serta pertambangan dan penggalian sebesar 9,15%.

“Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,90%,” kata Amalia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti