Tim Negosiasi Tarif Berangkat ke AS Besok, Apa Saja yang akan Ditawarkan RI?

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.
Menko Bidang Perekonomian Erlangga Hartarto menyebut tim negosiasi tarif dagang akan berangkat ke Amerika Serikat besok.
Penulis: Rahayu Subekti
Editor: Agustiyanti
14/4/2025, 14.27 WIB

Pemerintah telah melaksanakan persiapan untuk melakukan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS). Tim dari Indonesia yang terdiri dari para menteri dan pejabat tinggi akan bertemu dengan perwakilan Amerika Serikat pada 16-23 April 2024. 

“Beberapa menteri ditugaskan oleh Pak Presiden dan juga Ketua OJK. Sehingga kami akan bertemu dengan United States Trade Representative (USTR), dengan Secretary of Commerce, Menteri Secretary of State, dan Secretary of Treasury,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Perekonomian, Senin (14/4).

Airlangga menjelaskan, Menteri Luar Negeri Sugiono sudah berangkat lebih dulu untuk mempersiapkan pertemuan itu pada hari ini. Sedangkan anggota tim lainnya akan berangkat besok (15/4). 

Airlangga yang juga merupakan bagian dari tim, akan terbang bersama Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang juga akan menghadiri Spring Meeting IMF-World Bank di Washington DC, AS.

Menurut dia, Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapatkan kesempatan pertama diundang ke Washington. Pertemuan ini juga menjadi hasil dari upaya pemerintah RI yang bersurat kepada AS beberapa waktu lalu untuk membahas tarif dagang tersebut.

Apa Saja yang akan Dinegosiasikan?

Airlangga menjelaskan, pemerintah dalam negosiasi ini akan menyampaikan sejumlah tawaran kepada AS. Salah satunya mengenai deregulasi kebijakan ekspor impor serta kemudahan investasi perusahaan RI ke AS dan sebaliknya.

Pemerintah Indonesia juga akan menawarkan upaya untuk menyeimbangkan defisit neraca perdagangan. Hal ini dilakukan dengan menargetkan tambahan impor dari AS mencapai US$ 18-19 miliar.

“Sehingga kami sudah mempersiapkan non paper yang relatif lengkap, baik itu yang berkait dengan tarif, terkait dengan non trade measures atau non tarif barrier, dan juga terkait dengan investasi,” ujar Airlangga. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti