Daftar 5 Perusahaan AS Mau Investasi ke RI, Ada ExxonMobil hingga Microsoft

Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
25/7/2025, 11.12 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan komitmen investasi besar dari lima perusahaan Amerika Serikat (AS) ke Indonesia yang mencakup sektor energi bersih, teknologi digital, dan layanan kesehatan.

“AS adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia, dengan pangsa ekspor mencapai 11,2%. Untuk penanaman modal, AS juga masuk lima besar investor pada 2024, dengan nilai mencapai US$ 3,7 miliar,” kata Airlangga dalam konferensi pers Joint Statement Indonesia-AS di Jakarta, Kamis (24/7).

Total komitmen investasi dari lima perusahaan tersebut diperkirakan mencapai Rp370,19 triliun, jika dikonversi dengan kurs Rp16.300 per dolar AS. Nilai ini mencerminkan rencana ekspansi besar-besaran di sektor-sektor strategis Indonesia.

Daftar Perusahaan AS yang Berminat Investasi di RI:

1. ExxonMobil
Perusahaan energi ini sedang menjajaki pembangunan fasilitas carbon capture and storage (CCS) di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 10 miliar atau setara Rp 163 triliun.

2. Oracle
Raksasa teknologi ini berencana membangun pusat data di Batam dengan nilai investasi sekitar US$ 6 miliar atau setara Rp 97,8 triliun.

3. Microsoft
Akan berinvestasi sebesar US$ 1,7 miliar (Rp 27,71 triliun) untuk membangun infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan (AI).

4. Amazon
Siap memperkuat pengembangan fasilitas AI dan cloud di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 81,5 triliun.

5. General Electric (GE) melalui GE Healthcare
Akan membangun fasilitas produksi CT scanner pertama di Indonesia dengan investasi awal sebesar Rp178 miliar, bekerja sama dengan Kalbe Farma.

Airlangga berharap, masuknya investasi ini dapat memperkuat fundamental ekonomi domestik. “Ini agar neraca perdagangan terjaga, dan momentum ekonomi serta penciptaan lapangan kerja bisa terjamin,” ujarnya.

Kesepakatan Dagang Dukung Daya Saing

Investasi besar dari AS ini juga tak lepas dari kesepakatan dagang kedua negara yang diumumkan melalui Joint Statement di laman resmi Gedung Putih. Dalam perjanjian tersebut, Indonesia sepakat menghapus sekitar 99% hambatan tarif terhadap produk industri, pangan, dan pertanian asal AS.

Sebagai imbal balik, AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia menjadi 19%, dan membuka peluang penurunan lebih lanjut bagi komoditas yang tidak diproduksi secara domestik di AS.

Airlangga menilai kesepakatan ini strategis untuk memperkuat inovasi dan transfer teknologi. “AS akan menawarkan R&D capacity building atau peningkatan kapasitas riset dan pengembangan, terutama di sektor ekonomi digital,” kata Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong peningkatan infrastruktur logistik dan interkoneksi antarpulau. Menurut Airlangga, Indonesia membutuhkan lebih banyak pesawat untuk memperkuat konektivitas tersebut.

“Tentu salah satu yang bisa disediakan adalah dari Boeing, agar kargo bisa berjalan, dan tentunya trade ini akan diikuti oleh investasi,”ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara, Rahayu Subekti