BI Proyeksi Penjualan Eceran Juli 2025 Naik 4,8% Didorong Kelompok Suku Cadang

ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar
Pedagang memperbaiki suku cadang dan aksesori motor di Pasar Citereup, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (10/7/2025). Survei Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran meningkat pada Juni 2025, tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 233,7 atau tumbuh 2,0 persen year on year (yoy) yang didorong oleh peningkatan penjualan di sebagian besar kelompok di antaranya bahan bakar kendaraan bermotor, suku cadang dan aksesori, subkelompok sandang serta kelompok peralatan informasi dan komunika
11/8/2025, 13.40 WIB

Bank Indonesia (BI) melaporkan proyeksi kinerja penjualan eceran diperkirakan meningkat pada Juli 2025. BI memproyeksikan Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2025 bisa tumbuh 4,8% secara tahunan atau year on year (yoy).

“Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sehingga Juli 2025 mencapai level 222,5,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam pernyataan tertulisnya, Senin (11/8).

Dia menjelaskan, sumber pendorong peningkatan IPR terutama dari kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, serta tembakau. Begitu juga dengan bahan bakar kendaraan bermotor.

Namun, BI memperkirakan penjualan eceran  pada Juli 2025 secara bulanan akan terkontraksi 4,0%. “Ini dipengaruhi oleh penurunan penjualan kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Denny.

Denny mengatakan penurunan penjualan kelompok tersebut seiring dengan berakhirnya periode libur dan cuti bersama dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.

Pada Juni 2025, IPR tercatat sebesar 231,9 atau secara tahunan tumbuh sebesar 1,3% (yoy). Level ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2025 sebesar 1,9% (yoy).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja penjualan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, makanan, minuman, dan tembakau. Begitu juga dengan barang budaya dan rekreasi serta subkelompok sandang yang tumbuh positif.

Kinerja penjualan beberapa kelompok barang yang terkait dengan kegiatan libur dan cuti bersama HBKN serta libur sekolah tersebut menopang kinerja Juni 2025 menjadi lebih baik dari bulan sebelumnya. 

Denny menyebut, hal tersebut tercermin dari penjualan eceran pada Juni 2025 yang secara bulanan  mencatat kontraksi sebesar 0,2%.”Ini lebih kecil dibandingkan dengan kontraksi sebesar 1,3% secara bulanan pada Mei 2025,” kata Denny.

Proyeksi Inflasi hingga Akhir 2025

Dari sisi harga, BI memperkirakan tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang atau pada September 2025 akan turun. Sementara tekanan inflasi pada enam bulan mendatang yaitu pada Desember 2025 diperkirakan meningkat.

“Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2025 sebesar 134,7, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 139,6,” kata Denny.

Sementara itu, IEH Desember 2025 tercatat sebesar 163,4. Level ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 151,3.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti