Prabowo Tak Singgung Kenaikan Gaji PNS di Pidato Nota Keuangan, Ini Alasannya

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd/wpa.
Presiden Prabowo Subianto memberikan salam saat menghadiri Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
15/8/2025, 20.30 WIB

Presiden Prabowo Subianto tak menyinggung kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dalam pidato Nota Keuangan hari ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan mengapa tak ada penjelasan soal kepastian penyesuaian gaji PNS.

Sri Mulyani mengatakan kenaikan gaji hingga rekrutmen masih menunggu kebutuhan kementerian dan lembaga (K/L) dan pemerintah daerah. Meski demikian, pemerintah juga memperhatikan kemampuan fiskal.

"Ada kapasitas fiskal yang akan dipertimbangkan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (15/8).

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah belum melakukan kajian dampak fiskal dari rekrutmen dan kenaikan gaji pegawai. Dia menjelaskan, saat ini pemerintahan Prabowo masih menyiapkan anggaran untuk program-program nasional.

Kenaikan gaji PNS biasanya disinggung kepala negara setiap pidato Nota Keuangan. Presiden ke-7 Joko Widodo kerap mengumumkan kenaikan gaji pegawai pemerintahan saat pidato tersebut. 

Sedangkan dikutip dari Buku II Nota Keuangan, pemerintah menganggarkan dana Rp 356,9 triliun untuk belanja pegawai kementerian dan lembaga (K/L).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.