BI Lakukan Intervensi, Rupiah Bangkit Setelah Terguncang Demo
Nilai tukar rupiah sempat terguncang akibat aksi demonstrasi pada Jumat (29/8), bahkan menyentuh Rp 16.509 per dolar AS. Namun, rupiah perlahan kembali menguat dan pada penutupan sore ini berada di level Rp 16.428 per dolar AS.
Sebelumnya, pada Senin (25/8), rupiah sempat lebih kuat di level Rp16.259 per dolar AS.
Bank Indonesia (BI) langsung merespons gejolak pelemahan rupiah dengan menyiapkan strategi stabilisasi. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kecukupan likuiditas rupiah.
"Bank Indonesia berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai nilai fundamentalnya melalui mekanisme pasar yang berjalan dengan baik," kata Erwin dalam pernyataan tertulisnya, Senin (1/9).
Ia menegaskan hal pertama yang dilakukan yaitu memperkuat langkah-langkah stabilisasi. Hal ini termasuk intervensi Non-Deliverable Forward di pasar off-shore. Selain itu juga intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas rupiah dengan membuka akses likuiditas kepada perbankan. "Ini dilakukan melalui transaksi repo, transaksi fx swap dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta lending atau financing facility," ujar Erwin.
Rupiah Perlahan Menguat
Hari ini rupiah ditutup menguat 71 poin di level Rp16.428 per dolar AS. Menurut pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi melihat ada peluang ke depan rupiah bisa perlahan menguat.
"Untuk perdagangan besok mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 16.370 per dolar AS hingga Rp 16.430 per dolar AS," kata Ibrahim.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong juga memperkirakan rupiah kembali menguat. Terutama dengan upaya BI dalam menstabilkan rupiah setelah sebelumnya terimbas kondisi polotik dan aksi unjuk rasa di Indonesia.
"Intervensi BI juga bisa berbalik menguatkan rupiah. Rupiah hari ini berada di kisaran Rp 16.400 per dolar AS hingga Rp 16.550 per dolar AS," ujar Lukman.