The Fed Rupiah Diperkirakan Menguat Berkat Prospek The Fed Pangkas Suku Bunga
Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada hari ini (8/9). Salah satu faktor pendorongnya yakni prospek pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS The Fed semakin kuat.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mencatat dolar AS melemah tajam setelah data pekerjaan AS Non Farm Payroll (NFP) kembali mengecewakan. “Hal ini hampir memastikan The Fed akan memangkas suku bunga bulan ini,” kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (8/9).
Dari sisi domestik, Lukman menyebut investor menantikan data cadangan devisa Indonesia. Ia memperkirakan rupiah menguat di level Rp 16.350 per dolar AS dengan batas bawah Rp 16.450 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka menguat pada level Rp 16.385 per dolar AS atau naik 47 poin atau 0,29% dari penutupan sebelumnya.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana juga memproyeksikan rupiah menguat hari ini. “Rupiah bisa terapresiasi ke level Rp 16.410 per dolar AS,” ujar Fikri.
Fikri mengungkapkan peningkatan ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh The Fed sangat mendukung penguatan rupiah. The Fed diproyeksikan akan memangkas suku bunganya tiga kali masing-masing 25 basis poin hingga akhir tahun.
“Pemangkasan suku bunga ini ditopang data US Unemployment Rate yang naik ke level 4,3% dan NFP AS yang hanya tercatat mencapai 22 ribu pada Agustus,” ujar Fikri. Selain itu, muncul adanya ekspektasi aliran dana keluar dari AS ke emerging market, termasuk Indonesia.