Ekonomi RI Tumbuh Melambat di 5,04%, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penggerak Utama

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar
Warga (kanan) berbelanja bahan makanan di Pasar Peterongan, Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/11/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat pada Oktober 2025 terjadi inflasi sebesar 0,40 persen secara bulanan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,22, yang disebabkan oleh meningkatnya harga beberapa komoditas bahan makanan, salah satunya daging ayam ras yang dibutuhkan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
5/11/2025, 11.36 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 mencapai 5,04% secara tahunan (yoy). Angka ini menunjukkan perlambatan dibandingkan kuartal II 2025 yang tumbuh 5,12% yoy.

Pertumbuhan ekonomi sepanjang Januari hingga September 2025 tercatat 5,01%. Hal ini menunjukkan tren perlambatan kuartalan.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini secara kuartalan sejalan dengan pola musiman,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Ia menambahkan, pada kuartal III pertumbuhan selalu lebih rendah dibandingkan kuartal II.

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Pendorong Utama

Meski melambat, konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada periode ini. Pada triwulan III 2025, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 2,54%.

BPS mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2025 tumbuh 4,89%, sedikit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,97%. Kontribusinya terhadap PDB juga melemah dari 2,64% pada kuartal II.

Sementara itu, belanja pemerintah menunjukkan perbaikan. Pada kuartal III 2025, belanja pemerintah tumbuh 5,49% dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 7,17%. Kinerja ini membaik dibandingkan kuartal II 2025 yang masih terkontraksi 0,33% dengan kontribusi 6,93% terhadap PDB.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti