Harga emas merosot lebih dari 4% pada Jumat (30/1) di tengah rumor bahwa The Federal Reserve kemungkinan akan memiliki ketua yang lebih agresif. Namun, harga emas masih mencatatkan kenaikan terbesar sejak 1980 di tengah aksi borong investor yang khawatir dengan memanasnya kondisi geopolitik dan efek terhadap ekonomi.
Harga emas di pasar spot turun 3,9% menjadi US$5.183,21 per ons pada pukul 03.23 GMT, setelah sebelumnya anjlok hingga 5%. Harga emas mencapai rekor tertinggi $5.594,82 pada Kamis (29/1).
Harga emas telah naik lebih dari 20% sepanjang Januari, menuju kenaikan bulanan keenam berturut-turut dan kenaikan bulanan terbesar sejak Januari 1980. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun 2,7% menjadi US$5.176,40 per ons pada Jumat.
"Ketua Fed yang berpotensi kurang dovish, rebound dolar, dan emas yang mengalami kondisi overbought telah berkontribusi pada penurunan harga logam mulia ini," kata Kepala Analis Perdagangan KCM, Tim Waterer.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, akan mengumumkan pilihannya terkait pengganti Ketua Fed Jerome Powell pada Jumat (29/1), yang akan habis masa jabatannya pada Mei 2026. "Rumor bahwa Kevin Warsh akan menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Fed telah membebani harga emas selama perdagangan Asia," kata Matt Simpson, analis senior di StoneX.
Dolar pulih dari titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, sebagian didukung oleh keputusan The Fed pada Rabu (28/1) untuk mempertahankan suku bunga.
Dolar yang lebih kuat membuat harga emas dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Pelaku pasar masih memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga pada tahun ini sebanyak dua kali.
Ekspor emas dari Swiss ke Inggris, rumah bagi pusat perdagangan emas over-the-counter terbesar di dunia, melonjak ke level tertinggi sejak Agustus 2019.
Harga perak spot turun 5,7% menjadi US$109,55 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi US$121,64 pada hari Kamis. Logam mulia ini telah melonjak 56% sepanjang bulan ini, dan berada di jalur untuk kinerja bulanan terbaiknya.
Harga platinum spot turun 5,3% menjadi US$2.489,31 per ons setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di US$2.918,80 pada hari Senin, sementara paladium naik 5,8% menjadi US$1.890,25.
Ketua The Fed Pilihan Trump
Proses pemilihan pengganti Powell dimulai pada September dengan sebelas calon, termasuk mantan dan pejabat Fed saat ini, ekonom, dan profesional investasi Wall Street. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyaring calon yang memenuhi syarat, mengurangi daftar menjadi lima dan kemudian empat kandidat.
Empat calon terakhir diyakini adalah mantan Gubernur Fed Kevin Warsh, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, Gubernur Fed saat ini Christopher Waller, dan Kepala Investasi Obligasi BlackRock Rick Rieder.
Para pelaku pasar bertaruh tentang siapa yang akan mendapatkan posisi tersebut. Hassett sempat memimpin untuk beberapa waktu, kemudian Warsh, dan dalam beberapa hari terakhir Rieder. Namun, situasi berbalik pada Kamis (29/1) malam, dengan Warsh yang menjadi favorit paa pelaku pasar dengan peluang 80%.
Seorang sumber dari pihak pemerintah mengatakan kepada CNBC bahwa Warsh berada di Gedung Putih pada Kamis (29/1). Namun, seorang pejabat Gedung Putih membantah spekulasi tersebut.
“Presiden Trump akan mengumumkan pilihannya untuk Ketua Federal Reserve pada waktu yang tepat. Semua laporan tentang proses pencalonan Ketua Federal Reserve hingga saat itu hanyalah pemborosan waktu bagi semua orang,” kata juru bicara Gedung Putih Kush Desai.
Di sisi lain, Powell enggan menjawab pertanyaan tentang apakah dia akan tetap menjabat setelah masa jabatannya sebagai Gubernur berakhir pada Mei 2026. Powell memiliki opsi untuk melanjutkan masa jabatannya sebagai gubernur selama dua tahun tersisa.