Penerimaan Negara Naik Hampir 10% pada Januari, Ditopang Pajak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan penerimaan negara Rp 172,7 triliun per 31 Januari, atau tumbuh 9,8% secara tahunan alias year-on-year (yoy). Kenaikan ini ditopang penerimaan pajak.
Realisasi penerimaan negara per Januari itu setara 5,5% target dalam APBN yakni Rp 3.153,6 triliun.
Purbaya menjelaskan penerimaan negara terutama ditopang oleh penerimaan pajak yang tumbuh 30,8% menjadi Rp 116,2 triliun. Angkanya mencapai 4,9% dari target di APBN Rp 2.357,7 triliun.
“Pertumbuhan itu berasal dari kenaikan penerimaan bruto 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%, sehingga seluruh jenis pajak mencatat pertumbuhan neto positif,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (4/2).
Sementara itu, penerimaan bea dan cukai turun 14% menjadi Rp 22,6 triliun. Angkanya setara 6,7% dari target Rp 336 triliun.
Purbaya menjelaskan penurunan itu disebabkan oleh lonjakan impor 29%. Selain itu, penerimaan bea cukai turun karena harga minyak kelapa sawit (CPO) melorot 13,5% dari US$ 1.059 per metrik ton menjadi US$ 916 per metrik ton.
Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga turun 19,7%. Kontraksi ini disebabkan oleh tidak berulangnya setoran dividen perbankan Rp 10 triliun pada tahun sebelumnya.
“Gambaran penerimaan pajak pada Januari menunjukkan betul-betul adanya pembalikan arah ekonomi, sehingga pendapatan pajak tumbuh dibandingkan tahun lalu,” kata Purbaya.