Jumlah Penduduk Miskin di RI Turun Jadi 23,36 Juta Orang, Mayoritas di Jawa
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang atau 8,25% dari penduduk Indonesia. Jumlah penduduk miskin ini turun dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 23,96 juta orang maupun September 2024 sebanyak 24,06 juta orang,
"Tingkat kemiskinan mengalami penurunan, baik di perkotaan maupun pedesaan," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Kamis (5/2).
Ia menjelaskan, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 berkurangdari 11,27 juta orang pada Maret 2025 menjadi 11,18 juta orang pada September 2025. Sementara itu pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang sdari 12,58 juta orang pada Maret 2025 menjadi 12,18 juta orang pada September 2025.
Namun secara persentase, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 sebesar 6,60%, naik dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,73%. Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2025 sebesar 10,72%, menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 11,03%.
Orang Miskin Paling Banyak di Pulau Jawa
BPS mencatat kemiskinan tertinggi hingga 2025 terdapat di pulau Jawa yang mencapai 12,32 juta pendudun. "Itu sekitar 52,75% dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia,” kata Amalia dalam paparannya.
Di sisi lain, Amalia menuturkan, jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di pulau Kalimantan, yakni sekitar 880 ribu orang.
Meski demikian, menurut dia, terjadi rata-rata wilayah mengalami penurunan kemiskinan pada tahun lalu. “Penurunan paling dalam terjadi di wilayah Maluku dan Papua, di mana di wilayah ini turun 0,68% basis poin,” kata Amalia.