Penawaran Lelang SUN Makin Sepi, Pemerintah Tarik Utang Rp 40 T

Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
19/2/2026, 17.00 WIB

Pemerintah menarik utang mencapai Rp 40 triliun melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Rabu (18/2). Penarikan utang ini lebih besar dibandingkan target indikatif sebesar Rp 33 triliun meski penawaran yang masuk cenderung turun dibandingkan lelang sebelumnya. 

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menunjukkan, total penawaran yang masuk sebesar Rp 63.061 triliun. Angka ini lebih kecil dari penawaran yang masuk dalam lelang sebelumnya pada 3 Februari 2025 sebesar Rp 76,58 triliun, dan semakin turun dibandingkan lelang pada 20 Januari 2026 sebesar Rp 82,9 triliun. 

DJPPR Kemenkeu melaporkan, lelang periode 18 Februari 2025 dilakukan  untuk seri SPN01260322 (new issuance), SPN03260521 (new issuance), SPN12270204 (reopening), FR0109 (reopening), FR0108 (reopening), FR0106 (reopening), FR0107 (reopening), FR0102 (reopening) dan FR0105 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia. 

Serapan terbesar berasal dari seri FR0109 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp 16,4 triliun dari penawaran masuk Rp24,16 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,67712% dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.

Serapan terbesar berikutnya dari seri FR0108 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp 12,3 triliun dari penawaran masuk Rp 21,07 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 6,37998% dengan jatuh tempo 15 April 2036.

Selanjutnya, pemerintah menyerap dana senilai Rp 3,25 triliun dari seri FR0106 (pembukaan kembali) yang menerima penawaran masuk Rp 4,34 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 6,59975% dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040.

Dari seri SPN12270204 (pembukaan kembali), pemerintah menyerap dana senilai Rp2,5 triliun dari penawaran masuk Rp 4,78 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,76800% dengan jatuh tempo 4 Februari 2027.

Kemudian, pemerintah memenangkan nominal sebesar Rp 1,65 triliun dari seri FR0105 (pembukaan kembali) yang menerima penawaran masuk Rp 2,18 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,77991% dengan jatuh tempo 15 Juli 2064.

Pemerintah menyerap nominal yang sama dari dua seri, yakni FR0107 (pembukaan kembali) dan FR0102 (pembukaan kembali), masing-masing sebesar Rp 1,6 triliun.

Untuk seri FR0107, penawaran masuk yang tercatat sebesar Rp 3,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,66957% dan jatuh tempo 15 Agustus 2045.

Sedangkan untuk seri FR0102, penawaran masuk tercatat sebesar Rp 2,23 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,74988% dan jatuh tempo 15 Juli 2054.

Serapan terakhir berasal dari seri SPN01260322 (penerbitan baru) yang diserap penuh dari penawaran masuk Rp 700 miliar. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 4,5% dengan jatuh tempo 22 Maret 2026.

Sementara dari seri SPN03260521 (penerbitan baru), pemerintah memutuskan untuk tidak menyerap dana meski menerima penawaran masuk sebesar Rp 300 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman