Pemerintah Tambah Utang Rp 127 Triliun dalam Bulan Pertama 2026
Pemerintah mencatatkan realisasi pembiayaan atau tambahan utang hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp 127,3 triliun atau 15,3% dari target APBN 2026. Namun, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 153,33 triliun.
“Pembiayaan anggaran berjalan dengan baik, on track dan terjaga kredibilitasnya,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin (23/2).
Secara keseluruhan, realisasi pembiayaan 2026 hingga akhir Januari tercatat Rp 105,6 triliun atau 15,2% dari target. Angka ini mencakup pembiayaan nonutang yang menjadi pengurang sebesar Rp 2,2 triliun,
“Perkembangan realisasi ini menunjukkan strategi yang lebih terukur, disesuaikan dengan keuangan kas pemerintah dan mempertimbangkan dinamika pasar keuangan,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah menerapkan disiplin yang strategis dan adaptif dalam pengelolaan pembiayaan.
“Dengan disiplin yang strategis dan adaptif, kami memastikan pembiayaan tetap mendukung stabilitas APBN serta menjaga keberlanjutan pengelolaan utang pemerintah,” ujarnya.