Bakal Ambil PNM dari Danantara, Purbaya Soroti NPL KUR yang Tembus 10%
Kementerian Keuangan berencana mengambilalih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, rencana ini masih dalam proses diskusi dan menyoroti rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) PMN Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang mencapai 10%.
"Kok bisa sebesar itu? Manajemennya enggak betul apa enggak? Subsidinya kan kami yang bayarkan. Nanti kalau ada apa-apa kami juga rasanya sih,” kata purbaya di kantornya, Jakarta, Senin (23/2).
Purbaya menekankan ruang evaluasi terhadap model penyaluran KUR, terutama karena karakter program tersebut berbeda dengan orientasi bisnis perusahaan publik. Menurutnya, perusahaan yang berorientasi profit secara desain memang mengejar keuntungan maksimal.
Adapun KUR dirancang sebagai instrumen pembiayaan murah bagi UMKM, sehingga orientasinya bukan semata-mata profit. Karena itu, Kemenkeu tengah mengevaluasi skema dan tata kelola penyaluran KUR melalui PNM.
“Kita lihat, apakah bisa disesuaikan atau tidak, kalau bisa ya diubah," ujar dia.
Purbaya sebelumnya mengungkapkan rencana pemerintah mengambil alih PT PNM dari Badan Pengelola Investasi Danantara. PNM akan difokuskan sebagai penyalur KUR bagi UMKM
Melansir dari laman resminya, PNM adalah BUMN yang berfokus pada pembiayaan dan pendampingan pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Purbaya mengatakan bahwa tujuan mengambil alih PNM yakni agar penyaluran kredit UMKM dapat lebih terkontrol dan akuntabel. Namun pembahasan dengan Danantara masih berlangsung.
“Kami sedang diskusi dan menanyakan ke Danantara apakah mereka bisa jual salah satu unitnya atau tidak,” kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2).
Purbaya menilai, penugasan langsung kepada bank BUMN untuk menyalurkan kredit UMKM selama ini belum memberikan hasil optimal. Oleh karena itu, pemerintah mempertimbangkan untuk mengambil peran langsung dalam mengelola penyaluran kredit, lewat PNM.
“Daripada saya assign ke BRI dan hasilnya terkadang enggak jelas, lebih baik saya ambil alih dan saya langsung yang tanggung jawab,” katanya.
Kendati demikian, Purbaya menyampaikan pembahasan mengenai rencana mengambil alih PNM dari Danantara berjalan alot, termasuk menyangkut aspek kelembagaan dan mekanisme pengambilalihan nantinya.