Rupiah Melemah ke 16.783 per Dolar AS Tertekan Data Ekonomi AS

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi. Kurs rupiah terimbas rilis data manufaktur dan pekerjaan AS yang lebih kuat dari proyeksi.
Editor: Agustiyanti
27/2/2026, 09.59 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,14% ke level 16.783 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Jumat (27/2). Kurs rupiah terimbas rilis data manufaktur dan pekerjaan AS yang lebih kuat dari proyeksi.

“Namun, rupiah diperkirakan stagnan dengan potensi melemah terhadap dolar AS yang sedikit menguat setelah data manufaktur dan pekerjaan yang lebih kuat,” kata Analis Doo Financial Lukman Leong kepada Katadata, Jumat (27/2).

Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah dibuka melemah 29 poin ke level 16.788 per dolar AS. Rupiah pun bergerak kian melemah ke level 16.783 per dolar AS hingga pukul 09.45 WIB.  

Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, dolar ditutup menguat 0,24% secara harian ke level Rp16.759 per dolar AS pada Kamis (26/2/2026). Kemudian langsung dibuka melemah pada perdagangan pagi ini.

Di samping itu, Lukman mengatakan bahwa investor masih mencernai hasil perundingan AS-Iran yang tidak menghasilkan kesepakatan apapun.

Senada, Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana melihat, ada kemungkinan rupiah terdepresiasi ke 16.780 per Dolar. 

Dia menyebut terdapat sejumlah sentimen yang akan memengaruhi pergerakan rupiah hari ini, beberapa di antaranya seperti penurunan weekly initial jobless claims dari US serta menurunnya risiko tensi geopolitik global seiring dibukanya perundingan nuklir Iran-US. 

Sedangkan dari dalam negeri, beberapa faktor juga turut memengaruhi, di antaranya penurunan net buy asing di IHSG pada hari kemarin serta lelang SRBI hari ini yang diharapkan terjaga demand-nya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah