Menko Airlangga: Harga BBM Berpotensi Naik Imbas Perang Iran vs AS-Israel

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
2/3/2026, 13.34 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran dan respons agresif Iran berpotensi mengerek harga bahan bakar minyak atau BBM. Konflik Timur Tengah itu dapat menganggu pasokan minyak dunia.

“Otomatis akan naik, sama seperti saat perang Ukraine kan naik. Tetapi kan kali ini supply dari Amerika juga akan meningkat dan OPEC (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi) juga meningkatkan kapasitasnya,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (2 / 3). 

Ia menjelaskan, pasokan minyak akan terganggu karena penutupan selat Hormuz. Airlangga mengatakan, pemerintah akan memantau sejauh mana konflik tersebut berlangsung. 

Airlangga memastikan, pemerintah sebelumnya telah memiliki kesepakatan untuk mendapatkan pasokan minyak dari negara di luar Timur Tengah.  “Misalnya, kemarin Pertamina sudah bikin MoU dengan Amerika beberapa, dengan Chevron, dengan Exxon, dan yang lain,” Katanya. 

Ketika ditanya apakah akan melirik minyak rusia, Airlangga tak menutup kemungkinan.  “Ya tentu kita monitor mana yang tersedia dan mana yang bisa diimpor,” katanya. 

Selain pasokan minyak, Airlangga mengatakan sejumlah hal lain yang akan terganggu yakni transportasi logistik, dan segi wisata. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman