Fitch Ubah Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga Sebut MBG Investasi Jangka Panjang
Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam keputusan menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan program MBG tidak semata dilihat sebagai beban fiskal, tetapi sebagai investasi sosial dengan dampak ekonomi jangka panjang.
Airlangga mengatakan, hasil kajian dari World Bank dan Rockefeller Foundation menunjukkan setiap investasi US$ 1 dalam program MBG dapat menghasilkan US$ 7.
“Dengan pelaksanaan MBG yang masif dan baik, investasi satu dolar bisa menghasilkan tujuh dolar. Jadi ini sebuah investasi,” kata Airlangga, di Jakarta, Kamis (5/3).
Airlangga mengklaim berbagai negara juga menjalankan program serupa karena dinilai mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas generasi muda dalam jangka panjang.
Atas dasar itu, pemerintah menilai kebijakan jangka panjang seperti MBG tidak bisa dikorbankan hanya demi pertimbangan fiskal jangka pendek.
“Ini tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita hilangkan hanya untuk short term,” kata dia.
MBG akan Terus Diperluas Secara Bertahap
Di sisi lain, Airlangga menegaskan program MBG saat ini masih berada pada tahap awal implementasi dan akan terus diperluas secara bertahap.
“MBG ini kan baru berjalan, jadi kalau berjalan ya terus kita roll out,” katanya.
Dalam laporannya, Fitch memproyeksikan defisit fiskal Indonesia pada 2026 akan lebih tinggi dari target pemerintah yakni 2,7%. Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada 2026 akan berada di kisaran 2,9% PDB.
Fitch memprediksi salah satu faktor yang mempengaruhi hal itu karena penerimaan negara yang lebih konservatif serta peningkatan belanja sosial termasuk program MBG.