Pemerintah Kebut Belanja Negara pada Awal Tahun, Melonjak 41%

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Ilustrasi.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
11/3/2026, 15.20 WIB

Kementerian Keuangan mencatat, realisasi belanja hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp 493,8 triliun, melonjak 41,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ralisasi belanja negara ini mencapai 12,8% dari pagu APBN.

“Belanja tahun ini memang kami percepat supaya ekonominya didorong dari sisi fiskal, sejak awal tahun sampai akhir tahun lebih merata dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/3). 

Bendahara negara tersebut mengatakan, belanja diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global. Pemerintah berharap strategi ini dapat memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026.

“Belanja ini diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, menjaga daya beli masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi sejak awal tahun,” katanya. 

Di sisi lain, pemerintah mencatat penerimaan negara mencapai Rp 358 triliun, naik 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan telah mencapai 11,4% terhadap pagu APBN. Penerimaan negara, mencakup penerimaan perpajakan yang naik 20,5% menjadi Rp 290 triliun, sedangkan penerimaan negara bukan pajak atau PNBP turun 11,4% menjadi Rp 68 triliun. 

Purbaya juga mencatat, APBN mengalami defisit sekitar Rp 135,7 triliun atau 0,53% dari pagu. Defisit ini yang masih berada dalam koridor desain APBN 2026.

“Jadi ada yang bilang tahun lalu kan surplus, selama 4 tahun ini defisit. Ya emang desain APBN kita defisit dan sekarang kita paksakan belanjanya lebih merata sepanjang tahun sehingga dampak belanja pemerintah dan lain-lain terhadap perekonomian lebih terasa,” kata Purbaya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman