IHSG Berpotensi Konsolidasi, Saham BBNI, BUMI hingga DEWA Dijagokan Analis
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi pada perdagangan hari ini. Analis merekomendasikan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hingga PT Darma Henwa Tbk (DEWA).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG berpotensi menguji level resisten Fibonacci di Rp 7.129. Jika mampu menembus level tersebut, indeks berpeluang melanjutkan kenaikan hingga 7.268. Namun, ia mengingatkan resisten krusial masih berada di level 7.436.
Menurutnya, selama IHSG masih bergerak di bawah level tersebut, maka indeks tetap rawan melanjutkan tren penurunan sebelumnya. Adapun level support IHSG berada di level 6.900, 6.744 dan 6.587, sementara level resistance di level 7.179, 7.436, 7.765 dan 8.098.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum netral,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip Selasa (31/3).
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.
Seiring dengan itu, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan hari ini, di antaranya:
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), beli pada rentang harga Rp 3.510 – 3.610 dengan target harga terdekat di Rp 3.970
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI), tahan penjualan (hold) dengan target harga terdekat di Rp 232
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), beli di rentang harga Rp 3.700 – 3.800 dengan target harga terdekat di Rp 4.220
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), hold dengan target harga terdekat di Rp 2.590
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), beli pada rentang harga Rp 1.800 – 1.820, dengan target harga terdekat di Rp 2.050.
Sementara itu Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal histogram MACD bergerak sideways. Dengan demikian, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 7.000 hingga 7.200 pada perdagangan hari ini.
Dari sisi fundamental, dia menilai pasar mencermati langkah pemerintah dalam meredam dampak lonjakan harga minyak mentah terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta ekonomi domestik. Pemerintah tengah menyiapkan skema efisiensi anggaran hingga opsi work from home (WFH).
Terdapat tiga sektor utama yang dinilai rentan terdampak, yakni stabilitas energi, rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi. Untuk menekan impor migas, pemerintah berencana meningkatkan efisiensi energi serta memperkuat implementasi program biodiesel 50% (B50).
Kebijakan ini diharapkan dapat menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi guna menjaga inflasi dan mencegah pelebaran defisit APBN. Namun, harga BBM nonsubsidi diperkirakan tetap berpotensi naik seiring penyesuaian harga bulanan pada 1 April 2026.
Di sisi lain, pemerintah belum memberikan kepastian terkait rencana penerapan bea keluar ekspor batu bara, meskipun sudah masuk dalam asumsi penerimaan APBN 2026. Sementara itu, kebijakan bea keluar untuk produk turunan nikel telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo.
Phintraco Sekuritas kemudian memberikan rekomendasi saham-saham yang dapat dicermati hari ini, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).