Pembagian MBG Dipangkas Jadi 5 Hari per Minggu, Berpotensi Hemat Rp 20 Triliun

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wpa.
Siswa membawa Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibagikan di SDN Haurpancuh, Bandung, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026). Data dari Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, hingga awal Maret 2026 program MBG telah menjangkau sekitar 61,2 juta penerima manfaat dan ditargetkan akan mencapai 82,9 juta penerima pada akhir 2026.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
31/3/2026, 20.52 WIB

Pemerintah memangkas waktu pelaksanaan pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari per minggu. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan ini merupakan salah satu langkah penghematan guna mengantisipasi dampak perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Pemerintah mendorong optimalisasi program MBG yang diarahkan untuk pembagian makanan segar selama 5 hari dalam seminggu,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, pada Selasa (31/3) malam. 

Namun demikian, Airlangga memastikan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), asrama, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi akan menjadi pengecualian. 

“Penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp 20 triliun dan keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien produktif dan berdaya tahan,” kata dia. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan peluang untuk memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis mencapai Rp 40 triliun. Efisiensi anggaran program prioritas Prabowo Subianto ini akan dilakukan dengan memangkas pembagian MBG dari semula 6 hari menjadi 5 hari per pekan. 

Purbaya mengatakan, opsi efisiensi ini disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat rapat bersama dengannya dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian,  pada 16 Maret 2026.   

“Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh yang dia (Dadan) bilang aja Rp 40 triliun, hitungan kasar, tapi bisa lebih,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (25/4).  Purbaya menjelaskan, efisiensi ini akan diperoleh, antara lain dengan mengurangi  pembagian MBG menjadi lima hari per pekan.  

Purbaya menegaskan pemotongan ini bukanlah keputusan darinya, melainkan inisiatif dari BGN. Keputusan ini diambil untuk merespons kondisi APBN yang membutuhkan efisiensi di tengah kondisi konflik geopolitik. 

"Jadi jangan dibilang MBG tutup mata, enggak, dia juga melakukan efisiensi,” katanya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman