Purbaya Klaim MBG Berefek Signifikan ke Ekonomi, Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
7/4/2026, 16.30 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Meski belum ada hitungan pasti kontribusi MBG terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurut dia, estimasi dampaknya dilihat dari penciptaan lapangan kerja.

Bendahara negara ini menjelaskan, MBG diperkirakan mampu menciptakan sekitar 1 juta lapangan kerja. Ia merujuk pada pendekatan tabel Input-Output (I-O) yang biasa digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja.

“Kalau tidak salah, angka terakhir yang saya tahu, pertumbuhan ekonomi 1% bisa menciptakan sekitar 450 ribu lapangan kerja. Jadi kalau 1 juta pekerjaan, itu setara dengan lebih dari 2%,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).

Namun, Purbaya menekankan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kontribusi bersih terhadap PDB. Hal ini karena sebagian tenaga kerja yang terserap dalam program MBG kemungkinan berasal dari sektor lain, sehingga terjadi pergeseran, bukan penambahan murni.

“Tidak penuh 2%, karena ada perpindahan tenaga kerja dari sektor lain ke MBG. Jadi sebelumnya mereka sudah dihitung dalam PDB sektor lain,” kata dia.

Kendati begitu, Purbaya optimis dampak bersih program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini terhadap ekonomi akan cukup besar. Ia memperkirakan kontribusi bersih MBG terhadap PDB dapat melampaui 1 persen, selama program dijalankan secara optimal.

“Saya pikir lebih dari 1% dampaknya akan terlihat, itu net, bukan gross,” kata dia.

Purbaya sebelumnya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 6% pada tahun ini. Target tersebut antara lain ditopang oleh program-program prioritas pemerintah termasuk MBG.

Pemerintah pun menargetkan MBG dapat mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi Presiden Prabowo Subianto sebesar 8% pada akhir masa pemerintahannya. 

Prabowo sebelumnya mengatakan, berjalannya program MBG sejalan dengan tujuan memberdayakan masyarakat kecil, meningkatkan daya beli, dan memastikan pertumbuhan inklusif.

“Ini stimulus untuk pertumbuhan di tingkat akar rumput,” kata Prabowo dalam wawancara ekslusif dengan Bloomberg, seperti dikutip Senin (16/3).

Prabowo mengatakan, pemerintah Indonesia menargetkan program MBG dapat menjangkau 80 juta penerima manfaat pada 2026 yang mencakup anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. 

“Program ini dirancang untuk memberi makan lebih dari 80 juta orang hampir setiap hari, dan program ini menyumbang 11% dari anggaran pemerintah pusat tahun ini,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman