Purbaya Kritik Proyeksi Ekonomi Bank Dunia: Mereka Melakukan Dosa Besar ke Kita

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan).
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
9/4/2026, 15.48 WIB

Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dari 4,8% menjadi 4,7%. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik proyeksi tersebut dan menyebut Bank Dunia telah melakukan dosa besar karena memberikan sentimen negarif kepada Indonesia. 

“Mereka (Bank Dunia) sudah melakukan dosa besar. Mereka menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal dan mereka mengubah prediksi ekonominya lagi,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (9/4). 

Purbaya menilai, Bank Dunia salah melakukan perhitungan. Jika pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,5% hingga 5,6% sesuai dengan proyeksinya, menurut dia, Bank Dunia sama saja meramal ekonomi Indonesia akan mengalami resesi. 

"Turun ke bawah sekali setelah itu kalau rata-ratanya 4,6%. Saya pikir Bank Dunia salah hitung,” katanya. 

Menurut dia, proyeksi Bank Dunia kemungkinan dibuat berdasarkan tingginya harga minyak bumi. Namun, ia optimistis jika  harga minyak telah kembali turun, Bank Dunia akan kembali mengubah prediksinya. 

“Saya sih akan optimalkan semua mesin ekonomi yang ada di sini. Mungkin saja World Bank betul. Yang jelas kalau di angka saya sih sedang membaik, dan akan kita jaga terus. Mungkin Bank Duunia belum tahu jurus-jurus saya,” kata Purbaya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman