Purbaya Ungkap Rencana Ambil Alih PNM, ‘Tukar Guling’ dengan Geo Dipa

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarkat.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
10/4/2026, 18.12 WIB

Kementerian Keuangan berencana mengambil PT Permodalan Nusantara Madani (PMN) dari Danantara Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut salah satu opsi pengambilalihan BUMN tersebut adalah melalui skema tukar guling dengan PT Geo Dipa Energi.

“Sudah sempat diskusi bagaimana kalau tukar dengan Geo Dipa, tapi itu masih kita bicarakan lagi,” kata Purbaya di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4).

Geo Dipa merupakan BUMN yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan.

Purbaya menjelaskan, langkah pengambialihan PNM bertujuan memperkuat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Rencananya, PNM akan disulap menjadi bank khusus UMKM.

“Supaya kita bisa menyalurkan KUR lewat situ dan dalam beberapa tahun ke depan, kita bentuk bank UMKM betulan,” ujarnya.

Menurutnya, konsep bank tersebut akan berbeda dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berorientasi profit. Bank UMKM yang dirancang tidak mengejar keuntungan maksimal, tetapi fokus pada keberlanjutan pembiayaan dengan bunga terjangkau.

“BRI kan profit oriented, ini bukan. Yang penting pembiayaan bisa berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM dengan ekosistem yang menyeluruh,” kata dia.

Meski demikian, skema pendanaan (funding) untuk rencana ini masih dalam tahap pembahasan, termasuk valuasi jika skema tukar guling benar-benar dijalankan.

Sebelumnya, Purbaya menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan restu atas rencana tersebut. Pemerintah juga berencana menempatkan PNM sebagai bagian dari Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan untuk memperkuat penyaluran KUR.

Dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Purbaya menilai akuisisi PNM dapat menjadi solusi atas masih sulitnya akses KUR bagi pelaku UMKM.

Ia juga menyoroti besarnya beban subsidi bunga KUR yang saat ini mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun atau setara 18%. Menurutnya, dana tersebut lebih efektif jika dialihkan menjadi modal pembiayaan langsung.

“Kalau kita setorkan Rp40 triliun selama lima tahun, kita bisa punya modal Rp200 triliun untuk bank UMKM,” ujarnya.

Purbaya sempat mempertimbangkan opsi lain, yakni memantau PNM melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Namun, skema tersebut dinilai kurang efektif karena PNM saat ini berada di bawah BRI yang berorientasi profit.

“Desain BRI memang untuk untung, bukan untuk public service obligation. Itu yang harus dipikirkan,” kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman