Purbaya Tolak Tawaran Utang dari IMF, Alasannya APBN Masih Kuat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak bantuan pendanaan dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menghadapi ketidakpastian global. Dia beralasan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat sehingga Indonesia tak memerlukan bantuan tersebut.
Hal ini disampaikan Purbaya usai bertemu dengan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (14/6) pekan lalu.
Dalam pertemuan itu, Purbaya mengaku bertanya apakah IMF memiliki kebijakan untuk membantu mengurangi ketidakpastian. Kristalina menjawab IMF tidak memiliki otoritas untuk hal itu, namun IMF menyediakan dana bantuan untuk negara yang membutuhkan bantuan akibat dampak perang.
“Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar yaitu Rp 420 triliun,” kata Purbaya, dalam keterangan resmi Kemenkeu, dikutip Senin (20/4).
Bendahara negara ini juga menyatakan indonesia memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 420 triliun yang dapat menjadi bantalan.
Purbaya mengatakan, IMF sempat bertanya tentang ketahanan ekonomi Indonesia dengan kondisi di tengah gejolak geopolitik. Awalnya, kata Purbaya, IMF sepat bingung dengan strategi yang diterapkan Indonesia.
“Saya jelaskan bahwa kita sudah mengubah kebijakan sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah jelas. Jadi, ekonomi kita sedang mengalami percepatan ketika ada shock dari ketidakpastian global dari harga minyak yang tinggi," jelasnya.
Dalam pertemuan itu, Purbaya menyebut IMF memproyeksi ketidakpastian global akibat perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
“Karena perang juga tidak jelas hasilnya akan seperti apa. Jadi, kita akan menghadapi ketidakpastian,” katanya.