Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Airlangga: Itu Tugasnya BI
Nilai tukar rupiah menembus level Rp 17.300 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (23/4). Dilansir dari Bloomberg, pada pukul 14.31 WIB, kurs mata uang nasional kini berada di level Rp 17.312 per dolar AS, atau melemah 131 poin atau 0,76%.
Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai pelemahan tersebut masih dipengaruhi oleh dinamika global yang juga berdampak pada mata uang negara lain di kawasan.
“Ya kami monitor saja, karena berbagai mata uang di regional juga bergejolak,” ujar Airlangga saat ditemui udah konferensi pers realisasi investasi triwulan I 2026 di Jakarta, Kamis (23/4).
Menurutnya, pergerakan rupiah tidak bisa dilepaskan dari faktor eksternal, termasuk ketidakpastian global yang tengah berlangsung. Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan hanya dialami Indonesia, melainkan juga negara-negara lain.
“Ya kan itu lihat gejolak global juga. Jadi kita monitor saja,” katanya.
Menanggapi apakah pemerintah akan mengambil langkah khusus dalam waktu dekat, Airlangga menekankan bahwa pemerintah tidak akan bersikap reaktif terhadap pergerakan harian nilai tukar.
“Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif,” ujarnya mengulang pernyataan yang sama.
Ia juga menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah merupakan ranah otoritas moneter, yakni Bank Indonesia. “Itu BI tugasnya menjaga,” kata Airlangga singkat.