Thailand Bakal Pangkas Tarif Listrik hingga 20% untuk Rumah Tangga Konsumsi Mini

ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/rwa.
Ilustrasi.
Penulis: Agustiyanti
28/4/2026, 17.19 WIB

Thailand berencana memangkas tarif listrik sekitar 20% untuk rumah tangga dengan konsumsi yang relatif kecil. Menteri Energi Thailand Akanat Promphan menyebut, langkah ini dilakukan untuk meringankan biaya hidup masyarakat di tengah melonjaknya biaya energi global. 

Rumah tangga Thailand yang menggunakan hingga 200 unit per bulan akan membayar kurang dari 3 baht (sekitar Rp 1.590) per unit, turun dari rata-rata saat ini sekitar 3,95 baht. 

Pemerintah Perdana Menteri Anutin Charnvirakul telah berupaya menekan biaya energi, termasuk tarif diesel ritel, karena ketegangan di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak mentah. Thailand sangat bergantung pada bahan bakar impor, dari minyak hingga gas alam, dan harus beralih ke gas alam cair yang lebih mahal di pasar spot untuk menjaga agar pembangkit listrik tetap beroperasi setelah gangguan pasokan dari Qatar, salah satu pemasok utamanya.

Saat ini, rumah tangga membayar sekitar 3,25 baht per unit untuk 150 unit pertama penggunaan bulanan, dengan tarif naik hingga 4,42 baht seiring peningkatan konsumsi, menurut situs web Otoritas Listrik Provinsi.

Sementara itu, tarif akan naik untuk rumah tangga dengan konsumsi lebih tinggi guna mengimbangi subsidi bagi pengguna yang lebih kecil. Penggunaan antara 200 dan 400 unit per bulan akan dikenakan biaya 3,95 baht per unit, sedangkan konsumsi di atas 400 unit akan dikenakan biaya minimal 5 baht.

Sebuah komite yang diketuai oleh Anutin akan bertemu pada Rabu (29/4) untuk meninjau proposal tersebut. Jika disetujui, struktur tarif baru ini diperkirakan akan mulai berlaku pada bulan Juni, kata Akanat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.