Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,24 Juta Orang pada Februari 2026
Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah pengangguran di Indonesia berkurang 35 ribu orang menjadi 7,24 juta orang pada Februari 2026. Tingkat pengangguran terbuka atau TPT pun turun 0,08% menjadi 4,68%.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, total angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2026 mencapai 154,91 juta orang, bertambah 1,862 juta orang dibanding Februari 2025. Sedangkan jumlah penduduk bekerja meningkat 1,896 juta orang menjadi 147,76 juta orang.
"Jumlah pengangguran turun menjadi 7,24 juta orang. Penurunan ini terjadi di perkotaan maupun pedesaan," ujar Amalia dalam konferensi pers, Selasa (5/5).
BPS mencatat, tingkat pengangguran di perkotaan turun dari 5,73% menjadi 5,6%, sedangkan di pedesaan turun dari 3,33% menjadi 3,2%. Ia menjelaskan, lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 42,49 juta orang atau sebesar 28,78% dari total penduduk bekerja.
Adapun berdasarkan pendidikannya, pengangguran masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas mencapai 28%. Sedangkan jumlah pengangguran yang merupakan lulusan diploma I/II/III hanya mencapai 2,48%.
Setengah Menganggur
BPS juga mencatat masih tingginya angka penduduk setengah penganggur, yakni mereka yang bekerja dengan jam kerja di bawah jam kerja normal atau kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain.
Tingkat setengah pengangguran pada Februari 2026 mencapai 7,27%. Hal ini berarti dari 100 penduduk bekerja terdapat sekitar tujuh orang yang termasuk setengah penganggur.
Namun dibandingkan Februari 2025, tingkat setengah pengangguran mengalami penurunan sebesar 0,74%.