BBRI Bakal Buyback Saham Rp500 Miliar usai Didorong DPR

BRI
BBRI akan menggelar buyback mulai 12 Juni hingga 11 September 2026.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti
15/6/2026, 09.29 WIB

Bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp500 miliar. Langkah ini dilakukan di tengah dorongan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melakukan buyback untuk membantu menjaga stabilitas pasar keuangan.

Buyback dilakukan melalui Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus dan diselesaikan paling lambat 3 bulan setelah keterbukaan informasi buyback diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis manajemen BRI dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/6).

Perseroan memperkirakan periode buyback berlangsung mulai 12 Juni hingga 11 September 2026. Dana untuk aksi korporasi tersebut akan berasal dari kas internal perusahaan.

Nilai buyback sebesar Rp500 miliar itu belum termasuk biaya transaksi, seperti komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya yang diperkirakan maksimal 0,3% dari nilai buyback.

Manajemen menyatakan pelaksanaan buyback akan tetap memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan perseroan. Jumlah saham hasil buyback atau treasury stock yang dimiliki BRI juga dipastikan tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor, sesuai ketentuan yang berlaku.

BRI menilai, aksi buyback tidak akan mengurangi kekayaan bersih perseroan hingga di bawah jumlah modal ditempatkan dan cadangan wajib. Selain itu, dampaknya terhadap pendapatan, biaya operasional, maupun indikator keuangan perusahaan diperkirakan tidak signifikan.

“Berdasarkan analisis perseroan, tidak terdapat perubahan yang signifikan dengan adanya buyback 2026 terhadap indikator keuangan perseroan,” tulis manajemen.

DPR Dorong Bank Himbara Lakukan Buyback

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah tekanan yang sempat menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.

Dasco bahkan mengimbau masyarakat yang menyimpan dolar AS untuk mempertimbangkan menjual valuta asing tersebut karena ia meyakini rupiah berpotensi menguat dalam waktu dekat.

“Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih demikian,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6).

Menurut Dasco, pelemahan IHSG dalam beberapa waktu terakhir tidak mencerminkan kondisi fundamental sejumlah perusahaan besar, khususnya BUMN dan perusahaan swasta yang menjalankan proyek-proyek strategis.

Karena itu, ia mendorong anggota Himbara untuk melakukan buyback saham. Selain perbankan pelat merah, Dasco juga menilai perusahaan-perusahaan BUMN lainnya dapat mempertimbangkan langkah serupa ketika harga saham mengalami tekanan.

“Kemudian lembaga-lembaga yang melakukan investasi maupun pasar tentunya melihat atau melakukan transaksi pembelian pada saat keadaan pasar seperti kemarin (anjlok),” ujar Dasco.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri