Nilai tukar rupiah dibuka melemah 43 poin di level 17.837 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Tekanan pada rupiah belum mereda meski BI telah menaikkan lagi suku bunga acuannya dalam Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (18/6).
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, dolar AS masih mendapatkan dukungan kuat dari perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS pasca-FOMC. Kondisi tersebut berpotensi mendorong investor kembali memburu aset-aset berbasis dolar.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed pasca-FOMC," ujar Lukman, Jumat (19/6).
Selain faktor suku bunga, pasar juga masih mencermati perkembangan pasokan energi global. Menurutnya kekhawatiran bahwa produksi minyak mentah dunia belum sepenuhnya pulih setelah konflik di Timur Tengah turut menjadi faktor yang menopang penguatan dolar AS.
"Kekhawatiran jika pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih dari perang ikut mendukung dolar AS," katanya.
Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.