BPS: Jawa Tengah Jadi Kekuatan Ekonomi RI, Jumlah Usaha Capai 4,9 Juta Unit
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah konsisten berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sejak tahun lalu. Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyebut, Jawa Tengah menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional sengan fondasi usaha yang kuat.
“Provinsi ini juga menjadi salah satu primadona investasi dari luar negeri,” kata Sony dalam Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Jawa Tengah, dikutip, Jumat (19/6).
Sonny mengungkapkan, Jawa Tengah pada tahun ini memiliki hampir 5 juta unit usaha atau setara dengan 25,76% dari seluruh usaha di Pulau Jawa. Kontribusinya juga mencapai 15,25% dari total usaha di Indonesia.
Dalam dua dekade terakhir, jumlah usaha di Jawa Tengah meningkat signifikan dari 3,69 juta unit usaha pada 2006 menjadi 4,93 juta unit usaha pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,8 juta diantaranya merupakan UMKM.
“Hasil sensus nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai struktur dan karakteristik usaha di salah satu pusat kegiatan ekonomi nasional ini, kata Sony.
Sensus Ekonomi 2026, menurut dia, juga untuk pertama kalinya juga mencakup sektor pertanian sehingga mampu menyajikan potret aktivitas ekonomi yang lebih utuh.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menegaskan bahwa data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan arah pembangunan dan kebijakan ekonomi di masa mendatang.
“Sensus Ekonomi ini harus berhasil karena data yang dihasilkan akan menjadi roadmap seluruh pejabat kabupaten/kota,” tutur Ahmad Luthfi.
Ia juga mengajak seluruh bupati, walikota, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan SE2026 dengan memberikan informasi yang akurat kepada petugas BPS. Menurutnya, partisipasi seluruh pihak akan membantu menghasilkan peta perekonomian Jawa Tengah yang lebih faktual dan komprehensif.
Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan sensus, Ahmad Luthfi mengalungkan tanda pengenal kepada petugas SE2026. Jawa tengah telah menerjunkan sebanyak 36.891 petugas pada pelaksanaan SE2026.
Para petugas dibekali atribut resmi berupa tanda pengenal dengan QR code, rompi SE2026, dan surat tugas untuk memastikan keamanan dan kepercayaan masyarakat selama proses pendataan berlangsung.
Sonny juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan SE2026 dengan satu kata sederhana, “TIR”, yaitu: Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia data pasti terjaga. Menurutnya, partisipasi dan penerimaan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan SE2026 karena tanpa dukungan masyarakat, data yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh.
“Data statistik bukan sekadar angka. Di balik statistik ada jutaan manusia yang berharap, jutaan pelaku usaha yang berharap, sehingga data statistik dimaknai sebagai kemanusiaan,” kata Sonny.