Meski Dibuka Menguat, Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 18.000 Hari Ini

Fauza Syahputra|Katadata
Petugas menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Dewata Inter Money Changer, Jakarta, Jumat (14/6/2024).
29/6/2026, 09.51 WIB

Mata uang rupiah mengawali perdagangan awal pekan ini dengan pergerakan yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (29/6). 

Dikutip dari Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp 17.856 per dolar AS atau 0,36%. Hingga pukul 09.29 WIB, rupiah semakin menguat di level Rp 17.850 per dolar AS naik 0,40% atau 72 poin.

Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di Rp 17.922 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,12% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.943 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah kembali terjadi aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat (AS). 

Kondisi tersebut memicu meningkatnya ketidakpastian terhadap prospek perdamaian di kawasan serta mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

 Analis Doo Financial, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, sentimen utama yang membebani mata uang Garuda berasal dari memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah.

 "Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS seiring kembali terjadinya eskalasi di Timur Tengah oleh saling serang antara Iran dan AS, memicu ketidakpastian pada prospek perdamaian di kawasan dan kenaikan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman kepada Katadata.

 Ia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 17.850 hingga Rp 18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah