Investor Masih Tunggu Data Ekonomi, Rupiah Dibuka Melemah Pagi ini
Mata uang rupiah mengawali perdagangan dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini. Dikutip dari Bloomberg, rupiah dibuka di di level Rp 17.876 per dolar AS melemah 0,14% atau 25 poin. Hingga pukul 09.25 WIB rupiah kian melemah di level Rp 17.891 per dolar AS turun 0,22% atau 40 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di Rp 17.852 per dolar AS, menguat 0,40% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 17.922 per dolar AS.
Pergerakan rupiah dipengaruhi pelaku pasar memilih menunggu menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dari dalam negeri maupun Amerika Serikat, di tengah ketidakpastian perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Analis Doo Financial, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi bergerak range bound dengan kecenderungan melemah secara terbatas. Menurutnya, investor masih berhati-hati karena menunggu berbagai indikator ekonomi utama yang akan menjadi penentu arah pasar dalam beberapa hari ke depan.
"Rupiah diperkirakan akan range bound terhadap dolar AS dengan potensi melemah terbatas. Investor cenderung wait and see rentetan data-data ekonomi penting baik dari domestik maupun AS pekan ini," ujar Lukman. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.800-Rp 17.900 per dolar AS.
Meski demikian, Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana melihat rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan hingga ke level Rp 17.810 per dolar AS.
Menurut Fikri, terdapat sejumlah sentimen positif yang dapat menopang mata uang Garuda. Salah satunya adalah kembali melemahnya harga minyak mentah Brent yang dinilai mampu menurunkan risiko inflasi global sekaligus meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.
Selain itu, penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) turut mendorong berlanjutnya sentimen risk on di pasar keuangan global, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset-aset negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari dalam negeri, pasar juga akan mencermati pelaksanaan lelang Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang digelar hari ini.