Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 1,6 M pada Mei, Pertama Kali dalam Enam Tahun

ANTARA FOTO/Didik Suhartono/nym.
Ilustrasi. Berdasarkan data BPS,  defisit pada neraca perdagangan bulan lalu terjadi seiring lonjakan impor di tengah melempemnya kinerja ekspor. Impor pada Mei melonjak 22,16% dari US$ 20,31 miliar menjadi US$24,81 miliar. 
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
1/7/2026, 12.10 WIB

Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Mei defisit sebesar US$ 1,6 miliar, pertama kalinya sejak April 2020. Kondisi ini berbalik dibandingkan kinerja bulan lalu yang masih mencatatkan surplus sebesar US$ 89 juta, maupun Mei 2025 yang mencapai US$ 4,9 miliar.

"Defisit pada Mei 2026 disebabkan terutama oleh komoditas migas sebesar US$ 3,76 miliar, dengan penyumbang defisit penyumbangnya yakni hasil minyak dan minyak mentah," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam Konferensi Pers, Rabu (1/6).

Di sisi lain, menurut Ateng, neraca perdagangan nonmigas masih mencatatkan surplus sebesar US$ 2,15 miliar. Kinerja surplus ini didukung oleh bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. 

Berdasarkan data BPS,  defisit pada neraca perdagangan bulan lalu terjadi seiring lonjakan impor di tengah melempemnya kinerja ekspor. Impor pada Mei melonjak 22,16% dari US$ 20,31 miliar menjadi US$24,81 miliar. 

Kenaikan impor terutama didorong oleh komoditas  migas yang 70,8% menjadi US$ 4,51 miliar. Sedangkan impor nonmigas naik 14,89% menjadi US$ 20,3 miliar.

Di sisi lain, BPS mencatat kinerja ekspor pada Mei turun 5,73% menjadi US$ 23,2 miliar. Ekspor migas anjlok 31,76% menjadi US$ 0,76 miliar, sedangkan ekspor nonmigas turun 4,5% menjadi US$ 22,45 miliar.

Adapun secara kumulatif, kinerja ekspor masih naik 3,02% dari US$ 11,98 miliar menjadi US$ 115,36 miliar. Ekspor migas turun 12,71% menjadi US$ 5,17 miliar, sedangkan ekspor nonmigas masih naik US$ 119,19 miliar.

Namun, kenaikan ekspor masih lebih rendah dibandingkan impor yang secara kumulatif pada Januari-Mei 2026 mencapai 15,24% dari US$ 96,9 miliar menjadi US$ 111,33 miliar. Hal ini seiring dengan kenaikan impor nonmigas sebesar 27,89% menjadi US$ 17,4 miliar dan impor nonmigas sebesar 13,16% menjadi US$ 93,9 miliar

"Secara kumulatif neraca perdagangan pada Januari-Mei 2026 tercatat sebesar US$ 4,06 miliar, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 15,38 miliar.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.