Pusat Finansial Belum Punya Investor, Airlangga Sebut karena Wujudnya Belum Ada
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, belum ada investor yang masuk ke dalam skema Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Ia mengatakan, investor untuk PFII masih dalam tahap penjajakan.
“Ya belum (belum ada investor), barangnya (PFII) belum ada,” kata Airlangga kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (10/8).
Airlangga menyebut, investor PFII tidak hanya berasal dari sovereign wealth fund atau lembaga pengelola investasi milik negara. Pemerintah juga membuka peluang bagi investor swasta.
“Kalau financial international kan terbuka, bukan hanya sovereign wealth fund tetapi juga ada private investor,” katanya.
Airlangga juga menjelaskan keterlibatan Danantara dalam upaya menarik investor ke PFII. Menurut dia, Danantara bukan berarti menjadi investor PFII, melainkan terdapat badan yang bertugas mengelola skema tersebut dan menarik investor.
“Enggak, kan ada badan yang mengelola itu ya. Nanti badan tersebut yang membuat para investor datang,” kata Airlangga.
Airlangga belum menyebutkan nama investor maupun negara asal investor yang tengah dijajaki untuk PFII. Dia juga belum mengungkapkan nilai investasi yang ditargetkan melalui skema tersebut.
Pemerintah sebelumnya mengumumkan rencana pembentukan PFII sebagai kawasan keuangan internasional yang ditujukan untuk menarik arus modal global dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi di kawasan. Skema tersebut dirancang untuk menghadirkan ekosistem yang memberikan kemudahan bagi investor internasional, termasuk pengelolaan dana investasi dan berbagai layanan keuangan lintas negara.
Namun hingga kini pemerintah masih menyusun kerangka kelembagaan dan regulasi PFII, sehingga proses penjajakan investor baru dilakukan pada tahap awal.