Viral Pengemudi Becak Masuk Desil 9, BPS Ubah Jadi Desil 3 Usai Cek Lapangan
Posisi desil Timbul, seorang pengemudi becak motor di Kulon Progo, Yogyakarta, berubah dari desil 9 menjadi desil 3. Hal ini terjadi setelah Badan Pusat Statistik memperbarui data sosial ekonominya berdasarkan kondisi terkini keluarganya.
Kasus Timbul sebelumnya ramai di media sosial lantaran tercatat dalam kelompok desil 9 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Padahal, kondisi ekonominya tidak mencerminkan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui informasi mengenai kondisi Timbul yang sebelumnya tercatat dalam DTSEN belum mencerminkan kondisi terkini. Dari hasil pengecekan yang dilakukan BPS Provinsi DI Yogyakarta bersama BPS Kabupaten Kulon Progo ditemukan ketidaksesuaian antara data yang tercatat dengan kondisi terbaru Timbul.
BPS kemudian mendampingi Timbul melakukan pemutakhiran data secara mandiri melalui kanal Cek DTSEN.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, DTSEN perlu terus dimutakhirkan. Menurut dia, peran aktif masyarakat dalam melakukan pemutakhiran mandiri dapat meningkatkan akurasi DTSEN dari waktu ke waktu.
Amalia mengatakan posisi desil Timbul kini telah berubah sesuai kondisi terkini, yakni menjadi desil 3. Perubahan tersebut dilakukan melalui mekanisme pemutakhiran data yang memungkinkan hasil pembaruan desil diketahui dalam waktu sekitar dua minggu.
”Kasus Bapak Timbul merupakan bagian dari mekanisme pemutakhiran data untuk mendukung kebutuhan pengajuan KIP-K bagi anaknya," kata Amalia dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (28/8).
Mekanisme ini, menurut dia, memungkinkan hasil pemutakhiran desil dapat diketahui dalam waktu sekitar dua minggu, berbeda dengan pemutakhiran desil secara umum yang mengikuti siklus pemutakhiran DTSEN. Setelah data Bapak Timbul diperbarui dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku, posisinya saat ini berada pada desil 3.
Pemutakhiran data Timbul dilakukan karena anaknya membutuhkan data tersebut untuk mengajukan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
BPS menyebut Timbul sebelumnya belum pernah melakukan pemutakhiran data secara mandiri melalui kanal yang tersedia. Karena itu, BPS kembali mengingatkan masyarakat untuk aktif memeriksa dan memperbarui data sosial ekonomi apabila terdapat informasi yang sudah tidak sesuai.
Sumber Data DTSEN
BPS menjelaskan, DTSEN tidak dibangun dari satu sumber data. Basis data tersebut mengintegrasikan sejumlah data pemerintah, termasuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
Data tersebut juga diperkaya dengan data administratif lain, seperti BPJS Kesehatan dan PLN, serta disinkronkan dengan data kependudukan.
BPS menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan setiap tiga bulan. Hingga saat ini, proses tersebut telah menghasilkan DTSEN versi 3 Tahun 2026 yang mencakup 290,13 juta record individu atau 95,98 juta record keluarga.
Desil belakangan menjadi sorotan lantaran banyaknya keluhan mengenai ketidaksesuaian data dengan kondisi masyarakat. Timbul merupakan salah satunya. Di sisi lain, desil menjadi salah satu tolok ukur pemerintah dalam menentukan penerima bantuan sosial (bansos).
Selain bansos, terdapat kebijakan lain yang menggunakan desil sebagai salah satu acuan. Teranyar, pemerintah berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dalam kebijakan tersebut, masyarakat yang berada pada desil 9-10 berpotensi dibatasi dalam pembelian BBM bersubsidi.