Ekspor RI Naik 6% Jadi US$ 22,2 Miliar pada Juli, Apa Faktornya?

ANTARA FOTO/Andri Saputra/YU
Ilustrasi.
Editor: Agustiyanti
1/9/2026, 14.20 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,22 miliar, naik 6,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ekspor masih disumbang oleh komoditas nonmigas.  

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelasskan ekspor nonmigas mencapai US$25,45 miliar, atau tumbuh 6,84% secara tahunan. Sedangkan ekspor migas turun 14,58% menjadi US$0,79 miliar,

Ateng pun mencatat, ekspor Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar, naik 4,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, ekspor migas tercatat sebesar US$ 7,02 miliar, turun 10,63% secara kumulatif. Sebaliknya, ekspor nonmigas mencapai US$ 160,01 miliar,  naik 5,21% dibandingkan Januari-Juli 2025.

Ateng menjelaskan, kenaikan nilai ekspor pada Juli 2026 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor non-migas. Komoditas bahan bakar mineral (HS 27) misalnya, mencatat kenaikan sebesar 34,86% secara tahunan , dengan andil 3,41% terhadap kenaikan total ekspor.

Kemudian, ekspor besi dan baja (HS 72) meningkat 20,31% YoY, dengan andil sebesar 1,89% terhadap kenaikan total ekspor.

Kinerja positif juga terjadi pada kelompok mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) yang tumbuh 22,52% YoY dan memberikan andil 1,46% terhadap kenaikan total ekspor.

Jika dilihat berdasarkan sektor, ekspor nonmigas pada Juli 2026 mencapai sekitar US$25,43 miliar. Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar dengan nilai ekspor US$21,76 miliar. 

Selanjutnya, sektor pertambangan dan lainnya menyumbang US$3,10 miliar, sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi US$0,57 miliar. 

“Peningkatan nilai ekspor nonmigas utamanya didorong oleh sektor industri pengolahan yang secara year-on-year naik sebesar 6,03%, dengan andil kenaikannya 5,01%,” ujar Ateng.

Kenaikan ekspor sektor industri pengolahan terutama berasal dari sejumlah komoditas, antara lain kimia dasar organik, aluminium, tembaga, serta besi dan baja. Peningkatan juga terjadi pada komoditas kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.

Sementara itu, sektor pertambangan dan lainnya mencatat pertumbuhan ekspor sebesar 14,85% secara tahunan. Sebaliknya, sektor pertanian mengalami penurunan sebesar 1,84% secara tahunan pada Juli 2026. 

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, tiga komoditas unggulan besi dan baja, CPO dan turunannya, serta batu bara memberikan kontribusi sebesar 28,62% terhadap total ekspor nonmigas Indonesia.

Ekspor besi dan baja tumbuh 2,77% secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor CPO dan turunannya meningkat 5,49%, sedangkan ekspor batu bara tumbuh 4,75%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah