IHSG Berpotensi Turun pada Awal Pekan, Saham JPFA hingga PTRO Jadi Rekomendasi

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (14/8/2026).
7/9/2026, 06.48 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan saham  pada Senin (7/9).  Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyoroti IHSG terkoreksi 0,47% ke level 6.636 pada perdagangan terakhir, disertai munculnya tekanan jual. 

Namun dalam periode mingguan, IHSG masih mencatat kenaikan 1,82% dengan volume pembelian yang relatif tinggi. Dalam skenario terburuk, secara teknikal IHSG diperkirakan sudah berada di penghujung wave v dari wave (c).

“Sehingga IHSG rawan terkoreksi dengan area terdekat berada di 6.578–6.626,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (7/9). 

MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.561–6.476, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.705–6.755.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) akumulasi beli di rentang Rp 1.280–Rp 1.300 dengan target harga di Rp 1.345–Rp 1.365, sementara level stoploss di bawah Rp 1.270.

Kemudian PT Elnusa Tbk (ELSA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 695–Rp 720 dengan target harga di Rp 780–Rp 830, dan stoploss di bawah Rp 660.

Sentimen IHSG

Sedangkan Phintraco Sekuritas menyoroti lesunya bursa Wall Street pada perdagangan Jumat (4/9). Tekanan muncul setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan peluang The Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuan 16 September.

Data nonfarm payrolls AS bertambah 162 ribu pada Agustus 2026, jauh melampaui perkiraan 53 ribu. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap stabil di level 4,1%.

Data tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury tenor dua tahun yang sensitif terhadap arah suku bunga naik ke 4,377%, level tertinggi sejak Januari 2025. Sementara yield US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 2 basis poin ke 4,784%.

Di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, harga emas spot ikut tertekan 2,2% menjadi US$ 4.376 per troy ounce pada Jumat (4/9).

“Sedangkan harga minyak menguat tipis di tengah aksi militer AS-Iran,” tulis Phintraco dalam analisisnya. 

Phintraco Sekuritas mencatat bursa saham AS tutup pada Senin (7/9) karena libur Hari Buruh. Pekan ini, investor akan mencermati data inflasi AS periode Agustus 2026 yang diperkirakan naik 0,4% secara bulanan, dari 0,1% pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, pemerintahan Presiden AS Donald Trump berupaya mendorong kebijakan moneter yang lebih longgar. Trump mengancam menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang mencatat surplus terhadap AS, kecuali The Fed menurunkan suku bunga.

Pasar global juga akan mencermati perkembangan pengiriman minyak di Teluk Persia menyusul aksi saling serang antara AS dan Iran. Sementara itu, Bank Sentral Eropa atau ECB diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan pada Kamis (10/9).

Dari dalam negeri, investor menantikan sejumlah data ekonomi, mulai dari indeks keyakinan konsumen pada Rabu (9/9), penjualan ritel pada Kamis (10/9), hingga penjualan mobil pada Jumat (11/9).

Adapun IHSG ditutup melemah 0,47% ke level 6.636 pada Jumat (4/9), setelah sempat mendekati penutupan gap di level 6.705. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI telah berada di area overbought, sedangkan histogram MACD masih bertahan di zona positif.

“Diperkirakan IHSG akan cenderung bergerak sideways pada kisaran 6,500-6,750 selama pekan ini,” tulis Phintraco. 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila