Perjanjian Dagang RI-Uni Eropa Masuk Tahap Finalisasi, Ditargetkan Berlaku 2027
Pemerintah mendorong percepatan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar perjanjian kerja sama Indonesia dan Uni eropa ini segera rampung.
Arahan itu disampaikan Prabowo dalam rapat bersama sejumlah menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9). Ia menilai, percepatan ini penting agar kesepakatan dapat memasuki tahapan selanjutnya sesuai dengan mekanisme yang berlaku di masing-masing pihak.
Dengan kesepakatan tersebut, Indonesia diharapkan mendapat peluang lebih besar untuk memasuki pasar Eropa. Saat ini, menurut dia, proses IEU-CEPA memasuki tahap penyiapan kelengkapan dokumen dalam bahasa Inggris.
Setelah itu, dokumen akan dibawa ke Parlemen Eropa dan dilanjutkan dengan tahapan ratifikasi melalui mekanisme yang berlaku di dalam negeri.
“Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maroš Šefčovič untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November,” kata Airlangga dalam keterangannya, dikutip Rabu (23/9).
Kunjungan tersebut, menurut Airlangga adalah upaya memperkuat komunikasi antara Indonesia dengan Uni Eropa.
Pemerintah menargetkan ratifikasi IEU-CEPA dilakanakan pada semester kedua 2026 dan mulai diterapkan pada awal 2027. Kerja sama ini diharapkan membuka manfaat yang lebih besar bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa
Airlangga menuturkan, percepatan penyelesaian IEU-CEPA ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas pasar ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.