Suahasil Kejar Pendapatan Negara Rp 600 T Hingga Akhir Tahun

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Penulis: Mela Syaharani
Editor: Agustiyanti
3/11/2026, 18.52 WIB

Kementerian Keuangan masih mengejar pendapatan negara mencapai Rp 600 trilun dalam dua bulan terakhir tahun ini. Meski demikian, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan, kondisi APBN masih sesuai dengan jalur atau target. 

“Pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi  sekitar Rp 600 triliun lebih, dan untuk belanja negara masih Rp 990 triliun,” kata Suahasil usai menghadiri rapat terbatas dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Selasa (3/11).

Meski masih membutuhkan dana yang besar, menurut Suahasil, kondisi APBN saat ini masih berada dalam jalur yang sesuai, baik dari segi pendapatan atau belanja. Presiden Prabowo Subianto, menurut dia, telah memberikan arahan kepada seluruh kementerian dan lembaga agar belanja negara dilakukan secara efisien, meski tahun 2026 berakhir dalam dua bulan lagi.

“Dua bulan terakhir biasanya operasi APBN ngegas, lebih cepat dan besar. Silakan, tapi harus tetap efisien dan berada dalam tata kelola yang baik serta sesuai target output yang dicanangkan,” ujarnya.

Dia menyebut Kementerian Keuangan saat ini terus mencari sumber pendapatan bagi negara, namun harus dilakukan bersamaan dengan efisiensi belanja.

Perketat Anggaran

Suahasil sebelumnya mengatakan, pemerintah akan terus melakukan penghematan sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Rabu (21/10). 

“Supaya kami bisa membiayai items-items pengeluaran negara yang memang diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat. Maksudnya begitu,” ujar Suahasil.  

Prabowo sebelumnya mengatakan Indonesia saat ini masih menghadapi banyak tantangan yang sangat besar, termasuk kesulitan, dan gangguan yang terus menghadang. Salah satunya aksi ditakut-takuti lembaga pengelola indeks global MSCI sebelumnya tengah mempertimbangkan menurunkan status pasar modal Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) ke pasar mandiri (standalone market).

Kondisi ini terjadi bersamaan dengan rakyat Indonesia yang juga terus berharap lebih banyak kepada pemerintah. “Kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti,” ucapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani