Derita Campak dan Gizi Buruk Anak Asmat

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Penulis: Arief Kamaludin
Editor: Yuliawati
27/1/2018, 12.00 WIB

Sejak September 2017 hingga Rabu 24 Januari 2018, sebanyak 70 anak meninggal akibat kasus campak dan gizi buruk di Asmat, Papua. Data ini diperoleh dari Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa Asmat yang melakukan pemeriksaan terhadap 12.398 anak.

Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 646 anak terkena campak dan 144 anak menderita gizi buruk. Tim Satgas juga meenemukan 25 anak suspek campak dan empat anak yang terkena campak dan gizi buruk.

(Baca: KLB Campak Terus Berulang, Jokowi Tawarkan Opsi Relokasi Warga Asmat)

Pemerintah pusat telah turun tangan menangani KLB campak dan gizi buruk yang terjadi berulang di kabupaten Asmat. Presiden Joko Widodo menawarkan relokasi. Namun Gubernur Papua Lukas Enembe‎ usai pertemuan dengan Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (25/1), mengatakan relokasi akan menyulitkan warga Asmat sebab mereka telah terbiasa hidup di pedalaman.

Lukas menyarankan agar lokasi pedalaman tersebut dibangun distrik untuk mempermudah pemerintah memantau kesehatan warga. Selama ini ketersediaan petugas kesehatan di masing-masing kabupaten di Papua sangat terbatas. Tiap distrik seperti wilayah Asmat hanya memiliki satu orang dokter spesialis.