Menghitung Waktu Melajunya Kereta MRT di Jakarta

Arief Kamaludin|KATADATA
Penulis: Arief Kamaludin
Editor: Donang Wahyu
18/12/2016, 07.00 WIB

Sejak tiga tahun dua bulan pembangunannya, proyek kereta angkutan massal terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT) di Kota Jakarta saat ini semakin berwujud. Pembangunan proyek ini diharapkan rampung dalam dua tahun ke depan atau pada 2018 dan bisa beroperasi tahun 2019 mendatang.

Proyek MRT tahap I sepanjang 15,7 kilometer dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) ini memiliki 13 stasiun dan satu depo, yang memiliki dua struktur: layang dan bawah tanah. Pengerjaan konstruksinya secara keseluruhan hingga 30 November lalu telah mencapai 60,22 persen.

Perinciannya, pengerjaan struktur layang mencapai 42,74 persen dan struktur bawah tanah sebesar 77,86 persen. Bahkan, pembangunan terowongan bawah tanah diharapkan rampung tahun ini. Untuk pekerjaan Railway System and Rolling Stock telah 24,65 persen. Sedangkan total pekerjaan konstruksi sipil dan Railway System and Rolling Stock mencapai 47,46 persen.

Secara umum, pekerjaan konstruksi yang dilakukan saat ini antara lain, konstruksi area depo MRT, pembuatan pondasi kolom jalur dan kolom untuk stasiun layang, dan pembangunan struktur boks stasiun bawah tanah. Selain itu, pembuatan terowongan jalur bawah tanah serta pembangunan Cooling Tower Ventilation Tower (CTVT) dan akses masuk ke stasiun bawah tanah.

Saat Katadata mendapat kesempatan meninjau dan memotret perkembangan proyek tersebut, Rabu (14/12) lalu, sedang berlangsung pengerjaan tangga dan tempat escalator ke platform area Stasiun Bundaran HI di bawah tanah. Selain itu, pengerjaan pemasangan pipa dan penimbunan tanah di atas atap stasiun.

Jika sudah beroperasi, sarana transportasi ini diharapkan dapat menguraikan masalah kemacetan lalu lintas dari atau menuju kawasan selatan hingga pusat Kota Jakarta.