Foto: UMKM Menyulap Eceng Gondok Menjadi Kerjinan Bernilai Jual

ANTARA FOTO/Zabur Karuru
25/8/2021, 07.30 WIB

Pada umumnya masyarakat menganggap eceng gondok merupakan tanaman tidak berguna atau menjadi gulma karena dapat merusak ekosistem perairan. Namun, di tangan-tangan kreatif para perajin UMKM Win’s Rajut, tanaman air tersebut menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi.

Winarsih (56 tahun), perajin rajut yang juga pemilik UMKM Win’s Rajut, mengatakan pemilihan tanaman enceng gondok sebagai bahan dasar kerajinannya karena mudah dan melimpah didapatkan. Selain itu, pengolahannya lebih mudah dibanding bahan dasar kerajinan anyaman lainnya. Awalnya Winarsih hanya memproduksi kerajinan hanya buat dirinya.

Seiring waktu, produk buatan tangannya mendapat respons positif di masyarakat. Pada 2015, dia memulai membuka UMKM Win's Rajut dengan memberdayakan serta melatih masyarakat sekitar khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk menjadi perajin.

Sekarang, UMKM Binaan BRI ini memiliki sedikitnya 30 perajin dan menghasilkan berbagai produk yang berbahan dasar eceng gondok seperti tikar, lemari, kursi, meja, pembungkus vas bunga, tempat penyimpanan pakaian dan berbagai kerajinan tangan lainnya. Harga jual produk tersebut berkisar Rp 90 ribu hingga Rp 900 ribu per satuannya.

Saat merintis usaha, produk rajut ini hanya dijual di sekitar Pasuran saja. Setelah ada program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan mendapat dukungan pelatihan terkait penjualan secara daring, produk mereka mulai dikenal masyarakat luas. Bahkan, saat ini telah dipasarkan di berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Juga melanglang buana sampai ke mancanegara. 

Foto dan teks : Zabur Karuru
Editor : Prasetyo Utomo