Timbunan sampah yang menumpuk terlihat di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4). Sampah tersebut merupakan limbah dari sisa sayuran dan buah-buahan yang dijual oleh para pedagang pasar.
Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, sampah tersebut menggunung hingga mencapai ketinggian sekitar enam meter. Volume yang terus bertambah setiap harinya membuat sampah meluber hingga ke jalanan pasar.
Keterbatasan kuota pembuangan ke TPST Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi di lokasi tersebut mengakibatkan sampah di Pasar Induk menumpuk.
Seorang pedagang, Solihin (27) mengatakan bahwa sampah ini sudah ada sejak Januari 2026. "Awalnya itu sampahnya tidak sebanyak ini," katanya. Ia pun berharap sampah segera diangkut sehingga tidak menimbulkan bau dan suasana kembali bersih.
Guna menangani gunungan limbah itu Perumda Pasar Jaya telah mengerahkan sebanyak 33 truk untuk mengangkut sampah. Selain itu juga Manager Humas Perumda Pasar Jaya Topik mengatakan bahwa kedepannya pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati akan dipegang oleh pihak ketiga.
Katadata/Fauza Syahputra
Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi membuat sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.
Katadata/Fauza Syahputra
Pengendara sepeda motor melintas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi membuat sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.
Katadata/Fauza Syahputra
Warga berjalan di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi membuat sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.
Katadata/Fauza Syahputra
Pedagang beraktivitas dengan latar belakang tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi membuat sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.
Katadata/Fauza Syahputra
Pemulung memungut kardus dari tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi membuat sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.
Katadata/Fauza Syahputra
Warga berjalan di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi membuat sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.
Katadata/Fauza Syahputra
Truk melintas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi membuat sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.
Katadata/Fauza Syahputra
Pedagang yang mengangkut bawang merah melintas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi membuat sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas mengangkut sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi membuat sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas mengangkut sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang pascainsiden longsor yang terjadi membuat sampah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.