Industri perunggasan saat ini tengah terpukul akibat anjloknya harga jual ayam dan telur yang diakibatkan oleh kondisi pasokan ayam yang masih tinggi, sementara berbanding terbalik dengan permintaan dari konsumen yang melemah.
Kondisi ini membuat peternak mengalami kerugian seperti yang dirasakan oleh Ajat (50) peternak ayam di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ajat menyebut anjloknya harga ayam telah terjadi selama dua bulan terakhir dengan harga jual di tingkat peternak Rp 17 ribu per ekor. "Sebelumnya itu kami jual Rp 24 ribu-Rp 25 ribu," ujarnya kepada Katadata.co.id, pada Selasa (7/7).
Penurunan harga ini membuat omset pemasukannya menurun hingga 50 persen. Selain itu naiknya harga pakan ayam dari Rp 430 ribu per 50 kilogram menjadi Rp 460 ribu juga semakin memberatkan bagi peternak.
Kondisi serupa juga dialami oleh Rizal, seorang pengusaha ayam petelur. Ia menyebut harga jual telur ditingkat peternak menurun dari Rp 26 ribu menjadi Rp 21.500 per kilogram.
"Paling merana sekarang harga telur murah, tapi harga pakan mahal, tidak imbang" tuturnya kepada Katadata.co.id.
Rizal menurutkan sebelum harga anjlok, dalam sehari telur ayam yang dihasilkan di tempatnya terjual hingga 20 peti atau 300 kilogram dan kini menurun menjadi 15 peti per harinya.
Menanggapi situasi ini dan sebagai langkah menyelamatkan industri perunggasan serta menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen, pemerintah menetapkan harga minimum ayam hidup (live bird) dan telur di tingkat peternak.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan mulai tanggal 15 Juli harga live bird di semua peternak dengan ukuran apa pun ditetapkan minimal Rp19.500 per kilogram, sementara harga telur Rp24.000 per kilogram.
Pemerintah juga akan membahas berbagai usulan untuk meningkatkan efisiensi sektor perunggasan, mulai dari pasokan bahan baku pakan, distribusi, hingga pengawasan terhadap praktik usaha yang dinilai merugikan peternak.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak memberi pakan ke ayam di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak menurunnya permintaan dari konsumen membuat harga ayam anjlok dari Rp 25 ribu menjadi Rp 17 ribu per ekor.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak mengecek kondisi kesehatan ayam di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak menurunnya permintaan dari konsumen membuat harga ayam anjlok dari Rp 25 ribu menjadi Rp 17 ribu per ekor.
Katadata/Fauza Syahputra
Sejumlah ayam yang diternak di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak menurunnya permintaan dari konsumen membuat harga ayam anjlok dari Rp 25 ribu menjadi Rp 17 ribu per ekor.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak mengecek kondisi kesehatan ayam di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak menurunnya permintaan dari konsumen membuat harga ayam anjlok dari Rp 25 ribu menjadi Rp 17 ribu per ekor.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak menimbang berat ayam yang akan dikirimkan kepada konsumen di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak menurunnya permintaan dari konsumen membuat harga ayam anjlok dari Rp 25 ribu menjadi Rp 17 ribu per ekor.
Katadata/Fauza Syahputra
Sejumlah ayam yang diternak di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak menurunnya permintaan dari konsumen membuat harga ayam anjlok dari Rp 25 ribu menjadi Rp 17 ribu per ekor.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak memanen telur ayam di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak sudah dua bulan terakhir harga telur anjlok dari Rp 26 ribu menjadi Rp 21.500 per kilogram yang disebabkan oleh menurunnya permintaan dari konsumen.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak memanen telur ayam di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak sudah dua bulan terakhir harga telur anjlok dari Rp 26 ribu menjadi Rp 21.500 per kilogram yang disebabkan oleh menurunnya permintaan dari konsumen.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak memanen telur ayam di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak sudah dua bulan terakhir harga telur anjlok dari Rp 26 ribu menjadi Rp 21.500 per kilogram yang disebabkan oleh menurunnya permintaan dari konsumen.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak memanen telur ayam di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak sudah dua bulan terakhir harga telur anjlok dari Rp 26 ribu menjadi Rp 21.500 per kilogram yang disebabkan oleh menurunnya permintaan dari konsumen.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak memanen telur ayam di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak sudah dua bulan terakhir harga telur anjlok dari Rp 26 ribu menjadi Rp 21.500 per kilogram yang disebabkan oleh menurunnya permintaan dari konsumen.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak menata telur ayam yang telah dipanen di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak sudah dua bulan terakhir harga telur anjlok dari Rp 26 ribu menjadi Rp 21.500 per kilogram yang disebabkan oleh menurunnya permintaan dari konsumen.
Katadata/Fauza Syahputra
Peternak bersiap mengirimkan telur kepada konsumen di peternakan ayam kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan peternak sudah dua bulan terakhir harga telur anjlok dari Rp 26 ribu menjadi Rp 21.500 per kilogram yang disebabkan oleh menurunnya permintaan dari konsumen.